Penyelamatan Bunaken Untuk Lestarikan Taman Laut

Manado (ANTARA) - Direktur Politeknik Negeri Manado, Ir Jemmy Rangan, mengatakan diskusi gerakan penyelamatan Bunaken yang mereka gagas di d cup Manado, Senin (12/12) bertujuan melestarikan taman laut tersebut.

"Masalah Bunaken itu sudah menjadi isu internasional bahkan dimuat oleh majalah times, karena itu kita semua tertarik membahasnya karena merupakan tanggungjawab bersama," kata Rangan, dalam diskusi mengenai gerakan save Bunaken, bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara dan Pemerintah kota Manado, di d`cup Manado, Senin.


Rangan berharap hal ini menjadi perhatian semua penduduk Manado bukan hanya karena ada masalah seperti sekarang, tetapi karena Bunaken merupakan primadona pariwisata Manado dan terumbu karang yang ada di dalamnya mulai musnah karena ulah manusia yang kurang peduli dengan kelestarian taman laut tersebut.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara (Sulut), Irjen Pol Carlo Tewu mengatakan keikutsertaan mereka dalam diskusi dan gerakan save Bunaken semata-mata karena kepedulian, terhadap kelestarian taman laut kebangaan masyarakat Sulut dan Manado itu.

"Kalau mau jujur sebenarnya polisi urusannya bukan soal sampah di laut atau di darat terutama di taman laut, tetapi karena kami berasal Sulut dan mau agar taman laut tersebut tetap hidup dan terpelihara senantiasa jangan rusak," kata Tewu.

Tewu mengatakan, melihat kondisi sekarang sebenarnya dimana kesadaran masyarakat masih kurang, maka Pemerintah Kota Manado harus bisa menjadi contoh bagi seluruh rakyatnya untuk melakukan gerakan membersihkan Bunaken dengan menjaga mencegah sampah masuk ke laut melalui sungai.

Tewu menegaskan, jika pemerintah melakukan hal ini secara terus menerus, bukan mustahil hal ini akan dicontohi oleh seluruh warga kota, yang akan dengan sukarela menjaga kebersihan sungai dan laut yang bisa menyebabkan kerusakan di laut tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Manado Pieter Assa mengatakan untuk menyelamatkan Bunaken, pemerintah sudah punya sejumlah program yang disusun secara terperinci dan diharapkan bisa membuat taman laut tersebut bersih dari sampah dan serta pemusnah karang lainnya.

"Kami mengembangkan program water front city yang pada intinya akan membuat DAS Tondano menjadi cantik dan penduduk akan dengan rela membuat rumahnya menghadap ke sungai, sehingga mereka secara otomatis tidak akan membuang sampah ke sungai," kata Assa.

Selain membuat program ini, pemerintah juga akan akan mengembangkan Bunaken dan melengkapinya dengan berbagai sarana, informasi sehingga wisatawan akan tertarik datang ke situ, dan melihat keindahannya di bawah air.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.