Penyelenggaraan Haji 2022 Sisakan 11 Juta Sampah di Arab Saudi

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Arab Saudi belum memberlakukan kuota normal pada musim haji tahun. Salah satu alasannya, pelaksanaan tahun ini menjadi uji coba setelah dua tahun pandemi.

Total 1 juta kouta diberikan pemerintah Saudi untuk sejumlah negara termasuk di dalamnya Indonesia. Tahun ini, Indonesia hanya mendapatkan kuota 100.051 atau kira-kira 46 persen dari kuota normal. Rinciannya, 92.825 dan haji khusus sebanyak 7.226 jemaah.

Meski kuota haji yang diberikan tidak seperti tahun sebelumnya, nyatanya kepadatan manusia di Arab Saudi mendatangkan masalah cukup serius. Yakni, persoalan sampah.

Direktur Layanan Haji Luar Negeri Ditjen PHU Kemenag, Subhan Cholid menyebut sampah yang dihasilkan jemaah dari berbagai negara selama berada di Arab Saudi mencapai 11 juta kilogram. Sampah utama yang dihasilkan jemaah berasal dari sisa konsumsi mereka.

"Terkait konsumsi, tentunya itu meninggalkan sampah. Sampah yang ditinggalkan seberat 11.696.910 kilogram," tegas Subhan usai rapat evaluasi tahapan akhir penyelenggaraan haji 2022, di Kantor Urusan Haji (KUH), Jeddah, Arab Saudi.

Tidak hanya soal sampah, banyaknya jemaah membuat pemakaian air di Saudi menjadi sangat tinggi. Tingginya pemakaian, saat jemaah berada di penginapannya, baik di Makkah dan Madinah. Air tidak hanya dipakai jemaah untuk mandi, termasuk mencuci.

"Konsumsi air bersih untuk mandi wudu, untuk bersuci dan mencuci pakaian, nah itu menghabiskan 393.000.897 liter air," katanya.

Setiap hanya, kata Subhan, tandon-tandon yang ada di hotel diisi oleh mobil tangki berisi air.

"Jadi kita senantiasa cek ke pemilik hotel. Jika pagi atau sore, teman-teman melihat ada tangki yang berhenti di depan untuk mengisi tandon," tutup Subhan. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel