Penyelidikan kasus impor daging dikebut, KPK periksa 10 saksi

MERDEKA.COM. Tidak ingin berlama-lama melakukan penyelidikan atas kasus dugaan suap penentuan kuota impor daging di Kementerian Pertanian, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memanggil 10 orang untuk diperiksa sebagai saksi.

Sepuluh saksi itu adalah Agus Suganda (Pegawai Negeri Sipil), Maria Elizabeth Liman (swasta), Ahmad Junaedi (Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pascapanen Kementerian Pertanian), Ahmad Zaky (swasta), Sahrudin (swasta), Elda Deviane Adiningrat (swasta), Arya Abdi Effendy (swasta), Juard Effendi (swasta) saksi untuk AAE, Ahmad Fatanah (swasta) saksi untuk JE, dan Luthfi Hasan Ishaaq (mantan presiden PKS) saksi untuk AF.

"Arya Abdi Effendi dan Luthfi Hasan Ishaaq diperiksa buat tersangka AF, Juard Effendi diperiksa sebagai saksi buat tersangka AAE, Ahmad Fatanah diperiksa buat tersangka JE," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, Kamis (21/2).

Pantauan merdeka.com, hingga pukul 09.20 WIB tadi, hanya satu saksi yang sudah hadir untuk menjalani pemeriksaan, yakni Elda Deviane. Dia tiba di gedung KPK ditemani kuasa hukumnya John Pieter Nazar.

KPK sudah menetapkan empat tersangka terkait kasus dugaan suap impor daging sapi. Mereka adalah dua Direktur PT Indoguna Utama, Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi, Ahmad Fathanah alias Olong Ahmad Fadeli Luran, dan mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.

Arya dan Juard sebagai pemberi suap diduga melanggar pasal 5 ayat 1 atau pasal 13 Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Sementara Ahmad dan Luthfie diduga melanggar pasal 12 a atau b, atau pasal 5 ayat 2, atau pasal 11 Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Arya dan Juard kini menjalan penahanan di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur, dan Salemba, Jakarta Pusat. Ahmad Fatanah dijebloskan ke Rutan Klas I Cipinang cabang KPK. Sementara Luthfi mendekam di sel Rutan KPK cabang Pomdam Jaya, Guntur, Manggarai, Jakarta Selatan.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.