Penyerangan Pemain Putri PSG, Masalah Sepak Bola atau Skandal Pelakor?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Sepak bola Prancis tengah dihebohkan oleh penyerangan brutal yang menimpa pemain putri PSG, Kheira Hamraoui. Wanita berusia 31 tahun itu mengalami cedera serius di bagian kaki dan tangan, setelah dihantam pakai batang besi oleh dua pria bertopeng pada 4 November 2021 malam.

Saat kejadian, Hamraoui tengah dalam perjalanan pulang dari acara makan malam tim. Di tengah jalan, dua pria bertopeng menghentikan mobilnya dan menyeretnya ke luar lalu dipukuli.

Kasus ini menyita perhatian karena diduga diotaki oleh rekan retimnya, Aminata Diallo demi mendapatkan tempat sebagai starter di skuat Les Parisiens. Diallo diduga tega menyewa orang untuk melukai Hamraoui sehingga tidak bisa tampil memperkuat PSG, termasuk saat melawan Real Madrid di ajang Liga Champions wanita. Dalam laga ini, Diallo akhirnya dipercaya menempati posisi starter.

Ironisnya, Diallo ternyata berada di mobil yang sama saat kejadian. Polisi pun telah menangkapnya untuk dimintai keterangan. (simak berita selengkapnya di sini...)

Namun benarkah kasus ini hanya karena rebutan posisi di tim PSG?

Seret Nama Abidal

Quique Setien didatangkan dari Real Betis, klub yang tidak punya nama besar pada Januari 2020. Ditambah lagi, Setien tidak mempunyai porto folio dan pengalaman ciamik untuk menangani klub sebesar Barcelona. Terbukti, ia cuma bertahan 7 bulan di Barcelona. (AFP/Lluis Gene)
Quique Setien didatangkan dari Real Betis, klub yang tidak punya nama besar pada Januari 2020. Ditambah lagi, Setien tidak mempunyai porto folio dan pengalaman ciamik untuk menangani klub sebesar Barcelona. Terbukti, ia cuma bertahan 7 bulan di Barcelona. (AFP/Lluis Gene)

Penyelidikan masih terus berlanjut hingga saat ini. Namun belakangan rumor yang berkembang justru mengarahkan penyerangan tersebut ke masalah rumah tangga yang melibatkan pihak ketiga.

Dugaan ini mencuat setelah La Monde, pada Senin (15/11/2021) melaporkan, kalau polisi juga akan memanggil mantan pemain Barcelona, Eric Abidal terkait penyerangan tersebut. Polisi ingin meminta penjelasan setelah mengetahui kartu telepon Hamraoui ternyata terdaftar atas namanya.

Skandal Pelakor?

Temuan ini pun segera memunculkan desas-desus kalau Abidal dan Hamraoui punya hubungan spesial. Apalagi menurut pemain tim putri PSG, Hamraoui telah menelepon Abidal sehari setelah penyerangan.

Dugaan skandal pelakor atau perebut lelaki orang semakin kuat, mengingat Hamraoui sempat memperkuat skuat Barcelona pada tahun 2018-2021. Sementara Abidal merupakan sekretaris teknik di tim yang sama, sejak 2018 hingga 2020.

Istri Abidal, Hayet juga bukan tidak mungkin bakal dipanggil polisi untuk dimintai keterangan. Publik pun semakin penasaran. Sebab saat penyerangan, pelaku juga dikabarkan meneriaki Hamraoui dengan kalimat yang berkaitan dengan 'tidur bersama pria yang sudah beristri'. Hal ini semakin meningkatkan kecurigaan kalau penyerangan Hamraoui lebih mengarah ke persoalan personal rumah tangga.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel