Penyertaan Modal Daerah 2023 PAM Jaya disetujui Rp324,6 miliar

Perumda PAM Jaya memperoleh persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta tentang Penyertaan Modal Daerah (PMD) 2023 untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu senilai Rp324,6 miliar.


Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, melalui Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta pada Kamis (24/11) yang berlangsung hingga Jumat sekitar pukul 03.30 WIB, salah satunya menyepakati usulan PMD untuk Perumda PAM Jaya.


"PMD kami sesuai usulan, disetujui Rp324,6 miliar. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih, khususnya kepada pak Prasetyo Edi Marsudi selaku Ketua DPRD DKI Jakarta untuk mengonsolidasikan ini semua," ujar Arief saat penutupan Pers Gathering Perumda PAM Jaya di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat.


Arief menjelaskan bahwa Perumda PAM Jaya berkomitmen untuk menggunakan PMD ini dengan sebaik-baiknya, termasuk untuk melakukan tahapan-tahapan mewujudkan kedaulatan air di Jakarta dengan cakupan 100 persen pada 2030.

Baca juga: PAM Jaya targetkan kebocoran air 30 persen pada 2030


"PMD ini harus terserap atau bisa digunakan dalam waktu satu tahun. Untuk itu, kami akan bekerja ekstra keras menjawab kepercayaan yang diberikan," katanya.

Arief menjelaskan bahwa PMD senilai Rp324,6 miliar akan digunakan untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ciliwung tahap II, pemasangan sambungan baru pelanggan Jatiluhur Karian tahap I, serta studi dan program penurunan kebocoran air (non revenue water/NRW) tahap I.

"PMD ini juga akan kita gunakan untuk optimalisasi IPA SWRO Kepulauan Seribu, pembangunan kios air dan pembelian mobil tangki tahap 3, pelayanan air bersih di kampung prioritas tahap 2, serta pembangunan sentra pelayanan," ucapnya.


Arief menuturkan bahwa pihaknya akan menjadi perusahaan yang cukup besar karena akan ada banyak pekerjaan yang dilakukan untuk memberikan layanan air bersih/minum di Jakarta hingga cakupan 100 persen.

Baca juga: DPRD DKI desak PAM Jaya segera wujudkan sistem pengolahan air minum


Namun demikian, kata dia, seluruh jajaran Perumda PAM Jaya sudah diingatkan untuk tidak berorientasi profit semata, tapi lebih pada sosial.


"Air ini harus bisa diakses oleh seluruh masyarakat Jakarta karena menjadi kebutuhan yang sangat penting," ujarnya.


Ia menambahkan Perumda PAM Jaya sangat terbuka atas adanya kritik dan masukan dari insan media karena pelaksanaan program kerja juga perlu termonitor oleh masyarakat dengan salah satu wadahnya adalah melalui media massa.


"Kerja kami saat ini harus semakin terukur karena yang mengawasi bukan hanya dari manajemen atau dewan pengawas, tapi juga masyarakat. Saya berharap media bisa menjadi refleksi atau 'mirroring' yang sudah dilakukan atau dikerjakan," katanya.

Baca juga: Pj Gubernur DKI percepat pemenuhan air bersih di Jakarta

Adapun rincian besaran PMD Perumda PAM Jaya adalah:

1. Pembangunan SPAM Ciliwung Tahap II Rp85 miliar;

2. Pemasangan Sambungan Baru Pelanggan Jatiluhur Karian Tahap I Rp75,6 miliar;

3. Studi dan Program Penurunan NRW Tahap I Rp35 miliar;

4. Optimalisasi IPA SWRO Kepulauan Seribu Rp5 miliar;

5. Pembangunan Kios air dan Pembelian Mobil Tangki Tahap 3 Rp10 miliar;

6. Pelayanan Air Bersih dan dan Kampung Prioritas Tahap II Rp14 miliar;

7. Pembangunan Sentra Pelayanan Rp100 miliar.