Penyesalan Sir Alex Ferguson 26 Tahun Tangani Manchester United

Zulfikar Husein
·Bacaan 1 menit

VIVA – Manajer legendaris Sir Alex Ferguson mengungkapkan sejumlah penyesalan yang ia hadapi selama 26 tahun menangani Manchester United.

Ferguson diketahui sebagai salah satu manajer yang sensional karena berhasil mengubah MU menjadi klub paling sukses dalam sejarah sepakbola Inggris antara 1986 hingga 2013.

Namun, selain meraih banyak kesuksesan, pria asal Skotlandia itu juga pernah mengalami masa-masa krisis di Old Trafford, antara lain adalah membongkar skuad The Red Devils pada awal era Premier League.

"Dalam hal penyesalan, tim tahun 1994 yang saya miliki, empat bek semuanya tampak menua bersama, dan itu adalah hal yang buruk terjadi pada manajer meski orang-orang ini sangat luar biasa bagi saya," kata Ferguson, dalam sesi tanya jawab saat mempromosikan film dokumenternya, Sir Alex Ferguson: Never Give In, dikutip Goal, Minggu 28 Maret 2021.

"Paul Parker, Steve Bruce, Garry Pallister, dan Denis Irwin adalah pemain fantastis. Mereka membantu saya selama sembilan atau sepuluh tahun dan buktinya selalu ada di lapangan sepakbola. Mereka memang tidak melihatnya, tapi saya melihatnya," ucapnya.

Selain permasalahan di awal era Premier League itu, Ferguson juga mengungkapkan penyesalan lain saat membesut MU. Dia mengaku, ketika menjadi manajer Setan Merah, sangat sulit baginya untuk mempertahankan pemain muda yang ingin hengkang.

"Hal yang sama juga terjadi ketika harus melepaskan pemain muda. Memang, prosesnya adalah urusan pelatih muda dan orang kesejahteraan akan datang bersama pemain yang akan Anda lepas yang mungkin saja dia baru berusia 17 atau 18 tahun," ujarnya.

"Cara kami menjelaskannya dengan mencoba dan memberinya sebuah tim. Selanjutnya, 'kami minta maaf kami harus melakukannya seperti ini', dan itu mengerikan. Itu adalah hal terburuk, karena harus melepaskan pemain muda," tutur manajer legendaris yang kini berusia 79 tahun tersebut.