Penyidik KPK yang Diduga Peras Wali Kota Bisa Ditarik ke Polri

Dusep Malik, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan penyidik KPK Ajun Komisaris Polisi (AKP) SR berpeluang ditarik dinasnya ke Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Sebab, SR ditangkap karena diduga melakukan pemerasan Wali Kota Tanjung Balai, HM Syahrial pada Selasa subuh, 20 April 2021 sekira pukul 05.00 WIB.

“Kemungkinan itu akan terjadi juga ketika sudah dianggap tidak layak di KPK segala macam, karena melakukan pelanggaran akan dikembalikan ke Polri. Sedang diproses dulu di KPK. Nanti Polri tentu akan memproses terhadap anggota tersebut,” kata Rusdi di Mabes Polri pada Kamis, 22 April 2021.

Saat ini, kata Rusdi, Polri masih menunggu proses yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. “Kita hargai dan tunggu proses yang dilakukan di KPK,” ujarnya.

Menurut dia, pihaknya ke depan akan melakukan evaluasi untuk menempatkan anggota dinas di luar lembaga Polri. Memang, setiap anggota yang mau dinas di KPK itu melalui seleksi dan itu seleksi internal KPK.

“Jadi anggota itu telah masuk ke KPK melalui proses, ada proses seleksinya seperti itu,” jelas dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kominfo Tanjung Balai, Walman Riadi P Girsang membenarkan aktivitas petugas KPK di Kota Tanjung Balai. Namun, belum dapat informasi terkait OTT dilakukan lembaga antirasuah itu.

Berdasarkan informasi diperoleh, petugas KPK melakukan pengeledahan di rumah dinas Wali Kota di Jalan Sriwijaya Kelurahan Pahang Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara.

“KPK memang lagi di sini. Cuma, apa benar OTT atau apa saya belum bisa diinformasikan. Masih di sini sejak pagi tadi," sebut Walman kepada wartawan pada Selasa, 20 April 2021.

Akan tetapi, Ketua KPK, Komisaris Jenderal Polisi Firli Bahuri memastikan tidak ada operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pihaknya di Tanjung Balai, Sumatera Utara, Selasa, 20 April 2021.

Pernyataan Firli sekaligus menanggapi beredarnya informasi yang menyebutkan OTT KPK di Tanjung Balai. "Kami tidak melakukan OTT. Kalau ada OTT, pasti kami sampaikan ke rekan (media)," kata Firli.