Penyidik Polresta Jambi Dilaporkan ke Mabes Polri

Jambi (ANTARA) - Penyidik Polresta Jambi dilaporkan ke Mabes Polri oleh pihak keluarga Manipol Sebayang Kepala SNVT wilayah II Sumatera yang tewas melompat dari lantai 12, salah satu hotel berbintang di Kota Jambi pada Februari lalu.

"Pihak keluarga secara resmi telah membuat laporan ke Mabes Polri terkait tidak adanya ketidakjelasan penyelidikan tewasnya Manipol yang diduga pihak keluarga ada keanehan dalam kejajdian itu dan yang dilaporkan adalah penyidik Polresta Jambi," kata kuasa hukum keluarga Manipol Sebayang, Irwandi Lubis di Jambi, Rabu.

Bukti laporan ke Mabes Polri tersebut sesuai dengan Nomor LP/67/3/2013/YANDUAN/ ke Divisi Propam dan Pengawasan Penyidikan (Wasdik) Mabes Polri tertanggal 26 Maret lalu.

Pengacara pihak keluarga Manipol, Irwandi mengatakan laporan itu untuk meminta pihak Mabes memeriksa penyidik dari Polresta Jambi terkait hasil penyidikan dan penyelidikan kematian Manipol karena selain masih banyak kejanggalan, surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) tidak disampaikan setelah 30 hari kematian korban.

"Seharusnya, SP2HP diberikan 30 hari setelah kasus Manipol kepada keluarga korban tetapi, setelah 50 hari baru diberikan dan itupun setelah kami meminta dan mendatangi Polresta," kata Irwandi.

Pihaknya juga menyesalkan adanya pernyataan pihak Polda Jambi dan Polresta Jambi mengenai penyebab kematian Manipol karena bunuh diri, karena menurut secara resmi hasil forensik belum diterima pihak keluarga korban.

"Seakan-akan ada penggiringan opini bahwa Manipol bunuh diri, padahal pengumuman resminya belum ada," kata Irwandi lagi.

Seharusnya penyidik melihat latar belakang mengapa Manipol sampai terjatuh dari lantai 12, Hotel Abadi dan latar belakang itu berupa pemutusan kontrak kerja proyek oleh Manipol, saat menjabat sebagai Kasatker SNVT Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jambi Pemutusan kontrak kerja proyek karena proyek bermasalah, jelas Irwandi.

Dalam laporan keluarga meminta Propam Mabes Polri memeriksa penyidik Polresta Jambi dan meminta pihak Mabes mengambil alih kasus ini.

"Bahkan sebelum meninggal, Manipol ketakutan dan meminta Istrinya Heni Clara untuk mengunci pintu rapat-rapat," kata Irwandi.

Sementara itu Kasatreskrim Polresta Jambi, Kompol Prastiyo Adhi Wibowo ditempat terpisah mengatakan, tidak mempermasalahkan adanya laporan ke Mabes oleh pengacara keluarga Manipol dan hingga saat ini pihaknya belum menerima pemberitahuan dari pihak Mabes Polri.

Menurutnya, Manipol diduga bunuh diri berdasarkan otopsi dari forensik dan bahkan sebanyak 22 saksi telah dimintai keterangan, termasuk saksi ahli.

Polresta Jambi akan melakukan penyelidikan lagi jika nantinya ditemukan bukti baru yang pasti akan dilanjutkan kasusnya dan sampai saat ini pihaknya tidak menemukan adanya ancaman pada almarhum.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.