Penyintas gempa Cianjur bertahan dalam gelap gulita

Penyintas gempa Cianjur di lokasi pengungsian sekitar Kampung Babakan Imbangan, Desa Cibulakan Kecamatan Cugenang, sampai saat ini masih harus bertahan di tengah kondisi gelap gulita pada malam karena terbatasnya pasokan listrik.

"Saya masih alami tanpa penerangan berarti. Punya anak kecil, cuma ada baterai lampu terangnya segini, saya mohon bantuannya," ujar seorang pengungsi bernama Ayung kepada ANTARA di lokasi pengungsian, Rabu.

Ayung mengatakan turunnya hujan membuat lingkungannya menjadi banyak lalat dan nyamuk.

Dia mengatakan bantuan makanan sudah terpenuhi. Hanya saja kebutuhan pasokan listrik dan penerangan untuk jalanan masih susah, terlebih untuk berjalan mencari makan malam untuk keluarga.

Baca juga: Bupati Cianjur: Mulai Kamis tak boleh ada pengungsi tak dapat bantuan
Baca juga: Presiden bagikan makanan siap saji ke pengungsi gempa Cianjur

"Ada 25-30 orang yang mengungsi, ada yang keluar cari makan," ujar dia.

Alasan Ayung beserta keluarga lainnya masih bertahan mengungsi dengan tenda mandiri, karena sudah merasa nyaman.

Dirinya berharap penerangan segera masuk untuk kampungnya, serta berbagai jenis bantuan lainnya.

Pengungsi di sekitar Kampung Babakan Imbangan juga diantaranya adalah balita dan anak-anak kecil.

Baca juga: Kemenko PMK: Kesehatan pengungsi jadi prioritas
Baca juga: Wapres Ma'ruf minta pengungsi Cianjur dapat hunian layak sementara

Masyarakat sekitar juga memanfaatkan lampu petromaks untuk penerangan.