Penyu Australia Ditemukan Buang Kotoran Plastik Selama Enam Hari

Merdeka.com - Merdeka.com - Seekor penyu kecil yang diselamatkan oleh Kebun Binatang Taronga di Sydney, Australia, ditemukan buang kotoran plastik selama enam hari.

Dilansir dari South China Morning Post, Senin (1/8), penyu itu dirawat oleh perawat hewan bernama Sarah Male.

Plastik-plastik itu ditemukan Male dari kotoran penyu tersebut. Kotoran plastik terus keluar dari penyu tersebut selama enam hari. Sarah mengatakan, "Untung saja ia (penyu) dapat mengeluarkan semua plastik tersebut. Kebanyakan penyu berakhir mati karena menelan banyak plastik."

Menurut situs Kebun Binatang Taronga di Sydney, mereka melepaskan 80 penyu laut setiap tahunnya. Mereka juga merawat hewan kebun binatang lainnya dan telah melepaskan lebih dari 50.000 hewan kembali ke alam liar sejak dibuka pada tahun 1970-an.

Masyarakat dunia setidaknya membuang sekitar 8 juta ton plastik ke laut setiap tahun. World Wide Fund for Nature Inc. (WWF) mengatakan jumlah plastik di lautan dunia diproyeksikan melebihi ikan pada tahun 2050. WWF juga menyatakan 90 persen burung laut memiliki plastik di perutnya, dan setengah dari penyu laut telah memakan plastik.

Sebuah laporan dari pengawas laut, Oceana menemukan pada 2020, raksasa e-commerce Amerika Serikat, Amazon, membuang 23,5 juta pounds (10,7 juta kilogram) plastik ke lautan dunia.

Pada akhir 2021, sebuah kelompok nirlaba, meluncurkan The Ocean Cleanup, sebuah organisasi yang didedikasikan untuk membersihkan plastik dari laut. Misi yang mereka jalankan selama 2,5 bulan mengumpulkan sampah dengan berat 64.000 pounds (29.030 kilogram), termasuk sampah berupa manekin dan kulkas.

Reporter Magang: Gracia Irene [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel