Penyuap Walkot Yogyakarta Divonis 2,5 Tahun, Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa KPK

Merdeka.com - Merdeka.com - Terdakwa kasus penyuap perizinan pendirian apartemen yaitu Dandan Jaya Kartika yang merupakan Direktur PT Java Orient Properti (JOP) dijatuhi vonis 2,5 tahun penjara. Vonis ini dijatuhkan dalam persidangan digelar di Pengadilan Negeri Yogyakarta, Senin (7/11).

Majelis hakim dipimpin Djauhar Setyadi menilai jika Dandan Jaya dan bersama terdakwa Oon Nusihono terbukti melakukan suap kepada eks Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti. Sebelumnya pada Senin (31/10) lalu terdakwa Oon sudah lebih dulu dijatuhi vonis 3 tahun penjara.

Dandan dinyatakan terbukti melanggar Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 Pasal 5 ayat 1 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

"Menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun enam bulan dengan denda Rp200 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti kurungan selama empat bulan," kata Djauhar.

Vonis Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim ini lebih berat dari tuntutan JPU dari KPK. JPU dari KPK ini menuntuk Dandan Jaya dengan hukuman dua tahun penjara.

"Ada dua hal yang memberatkan tersangka. Yaitu terdakwa dianggap tidak mendukung pencegahan tindak korupsi. Terdakwa juga bekerjasama dengan terdakwa lain untuk melakukan suap," tegas Djauhar.

Sementara itu Dandan mengatakan masih mengatakan pikir-pikir terhadap vonis yang dijatuhkan majelis hakim kepadanya. Dandan menyebut baru akan mengatakan banding atau tidak maksimal tujuh hari ke depan. [gil]