Pep Guardiola Gagal Lagi di Liga Champions, Kutukan dari Dukun Afrika Berlanjut Nih?

Bola.com, Jakarta - Manchester City gagal melaju ke partai final Liga Champions 2021/2022, setelah disingkirkan Real Madrid di babak semifinal. The Citizens kalah agregat 5-6 dari Los Blancos.

Hasil negatif Manchester City kali ini juga kembali mengiringi kegagalan pelatih Pep Guardiola yang lagi-lagi gagal membawa tim asuhannya meraih gelar juara di pentas Liga Champions.

Seperti di tahun lalu, Man City yang sukses melaju ke partai final juga gagal juara karena kalah dari sesama tim Inggris, Chelsea.

Sebenarnya Pep Guardiola musim ini berhasil membawa Manchester City melaju ke semifinal Liga Champions 2021/2022 dan bertemu Real Madrid. Kans City masuk ke final sepertinya cukup besar. Sebab di leg pertama mereka menang dengan skor 4-3.

Namun pada laga leg kedua di Santiago Bernabeu Manchester City kalah 1-3 dari tuan rumah Real Madrid. Satu gol dari Riyad Mahrez mampu dikejar Madrid melalui Rodrygo (2 gol) dan eksekusi penalti Karim Benzema.

Masih Puasa Gelar di Liga Champions

<p>Pelatih Manchester City, Pep Guardiola bersama pemainnya Phil Foden.</p>

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola bersama pemainnya Phil Foden.

Kegagalan ini menambah panjang rekor kegagalan Josep Guardiola di pentas Liga Champions. Ia memang sudah pernah menjadi juara di kompetisi tersebut sebanyak dua kali.

Dua-duanya ia raih saat bersama Barcelona. Yang pertama pada musim 2008-09 dan kemudian pada musim 2010-11.

Akan tetapi setelah itu ia gagal meraih gelar juara lagi di pentas UCL. Baik itu bersama Bayern Munchen dan bersama Manchester City.

Prestasi terbaik Guardiola sampai saat ini cuma menjadi runner-up. Tepatnya pada musim 2020/2022. Saat itu di final Manchester City berduel lawan Chelsea. Hasilnya, pasukan Guardiola keok 1-0 berkat gol Kai Havertz.

Kutukan untuk Pep Guardiola

<p>Pelatih Man City, Pep Guardiola.</p>

Pelatih Man City, Pep Guardiola.

Ada kemungkinan Josep Guardiola gagal meraih gelar di Liga Champions karena ia over thinking saat memikirkan taktiknya. Namun mungkin ada juga faktor lain.

Faktor tersebut adalah kutukan dari para dukun Afrika, seperti yang diungkapkan agen Yaya Toure, Dimitriy Seluk. Hal ini bermula dari komentar Seluk pada tahun 2018 silam.

Saat itu ia mengklaim Guardiola membuat marah semua warga Afrika. Pasalnya ia kerap mencadangkan Yaya Toure di tahun terakhirnya di Manchester City.

"Ia [Guardiola] membuat seluruh Afrika melawan dirinya sendiri, banyak penggemar Afrika berpaling dari Manchester City. Dan saya yakin banyak dukun Afrika di masa depan tidak akan membiarkan Guardiola memenangkan Liga Champions," kata Seluk seperti dilansir Sportbible.

"Ini akan menjadi kutukan bagi Guardiola dari Afrika. Hidup akan menunjukkan apakah saya benar atau tidak," klaimnya.

“Fakta bahwa Guardiola mengakhiri karier Yaya di Manchester City bukanlah sebuah kesalahan, tapi sebuah kejahatan. Tapi bumerang akan kembali, Pep. Anda masih akan melihat apa itu dukun Afrika. Ingat ini selalu," tegas Seluk.

Hubungan Pep Guardiola dengan Yaya Toure

<p>Pep Guardiola bersama Yaya Toure dalam sebuah kesempatan di Manchester City.</p>

Pep Guardiola bersama Yaya Toure dalam sebuah kesempatan di Manchester City.

Yaya Toure dan Josep Guardiola sepertinya memang memiliki hubungan yang kurang harmonis. Keduanya sempat bekerja sama di Barcelona.

Mereka juga sama-sama membantu Barca meraih gelar juara Liga Champions pada tahun 2009. Saat itu Blaugrana mengalahkan Manchester United.

Pada tahun 2010, Yaya Toure cabut dari Barca dan gabung Manchester City dan ada kabar keduanya punya hubungan yang tak harmonis. Enam tahun kemudian, ia kembali bersua Guardiola yang ditunjuk sebagai pelatih baru di Etihad Stadium.

Toure masih sering dipercaya bermain di skuat utama Man City di musim pertama Guardiola di Etihad Stadium. Akan tetapi pada musim berikutnya ia sering dicadangkan.

Pada akhirnya, Yaya Toure diizinkan meninggalkan Manchester City pada akhir musim. Hal ini yang akhirnya membuat kesal Dimitriy Seluk dan mungkin juga, para dukun di Afrika.

Sumber: Sportbible

Disadur dari: Bola.net (Dimas Ardi Prasetya, published 5/5/2022)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel