Pep Guardiola Kecam Perubahan Format Liga Champions

Zulfikar Husein
·Bacaan 2 menit

VIVA – Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mengecam rencana penambahan peserta di ajang Liga Champions mulai musim 2024/2025. Menurutnya, penambahan peserta Liga Champions tidak sejalan dengan keinginan seluruh manajer atau pelatih, dan pemain.

Diketahui, format baru kompetisi paling elite di Eropa itu terdapat penambahan empat peserta dan dihapuskannya babak penyisihan grup. Demikian Liga Champions akan diikuti 36 tim dalam liga tunggal.

Dalam format baru, yang lebih dikenal sebagai Swiss Model, setiap tim peserta akan memainkan empat pertandingan lebih banyak dibandingkan dengan format penyisihan grup sebelumnya.

Setiap tim tidak lagi berhadapan satu sama lain dua kali kandang-tandang dalam fase penyisihan grup, melainkan bertanding 10 kali melawan 10 tim berbeda, separuhnya lima di kandang dan sisanya tandang.

Nantinya, setelah setiap tim main 10 kali, delapan tim peringkat teratas akan otomatis lolos ke babak 16 besar, sedangkan tim peringkat kesembilan sampai dengan ke-24 akan memasuki putaran playoff menentukan delapan tim 16 besar lainnya.

Sementara itu tim peringkat ke-25 hingga juru kunci akan tersingkir dari kompetisi Eropa musim tersebut, dan tidak ada jatah gusuran ke Liga Europa. Mulai putaran 16 besar, format kompetisi akan tetap menggunakan babak gugur yang berlaku saat ini.

Namun, format yang dijadwalkan masih 3 tahun lagi sudah mendapat kecaman dari Guardiola. Juru taktik asal Spanyol itu, kurang setuju dengan format baru tersebut lantaran jumlah pertandingan yang akan lakoni setiap tim menjadi bertambah banyak.

"Kami -para manajer atau pelatih- menuntut untuk mengurangi kalender dalam semusim, agar bisa melindungi para pemain. Kami telah memberikan pendapat kami ke Liga Premier, UEFA, dan FIFA, tapi kami tidak dapat melakukan apa-apa." kata Guardiola, seperti dikutip Tribal Football, Sabtu 24 April 2021.

"Jika mereka telah memutuskan lebih banyak peserta maka ada lebih banyak pertandingan, dan pertunjukan harus segera dilanjutkan. Urusan saya hanya menangani klub, berusaha membuat pemain lebih baik dan memenangkan gelar," ujarnya.

Lebih lanjut, Guardiola mengatakan, ada konsekuensi yang tak bisa dihindarkan jika penambahan jumlah peserta dan pertandingan di Liga Champions tetap bertambah. Sebab, dijelaskannya, bisa banyak pemain yang sering mengalami cedera akibat intensitas permainan yang meningkat.

"Tentu saja, akan ada lebih banyak cedera. Musim ini saja sangat suli, karena cuma ada enam atau lima hari dan sering juga ada yang pergi ke tim nasional," ucapnya.

"UEFA tahu itu, tapi apakah mereka peduli? Sama sekali tidak, karena mereka mementingkan lebih banyak pertandingan dari setiap kompetisi. Kami memang beruntung bisa berada di Liga Champions, dan memainkan banyak pertandingan, tapi jujur, kami kesulitan untuk mendapatkan satu libur pun pada pertengahan pekan," terangnya.