Pep Guardiola: Musim Dingin di Inggris Adalah Neraka

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVAManchester City memenangkan pertandingan melawan Wolverhampton Wanderers dalam lanjutan Premier League. Bermain di Etihad Stadium, Rabu dini hari WIB 3 Maret 2021, The Citizens unggul dengan skor 4-1.

Ini menjadi kemenangan 21 kali secara beruntun yang didapatkan ManCity di semua kompetisi. Mereka benar-benar menunjukkan performa gemilang setelah sempat tersendat di awal musim.

Manajer ManCity, Pep Guardiola menganggap musim ini sebagai yang terpadat untuk anak asuhnya. Mereka minim mendapatkan waktu istirahat yang panjang dalam sepekan.

"Ada begitu banyak pertandingan dan bermain melawan Wolverhampton dengan fisik dan mentalitas mereka, saya dengan apa yang telah kami lakukan dan dapat menikmatinya," kata Guardiola, dikutip dari Tribal Football.

Secara keseluruhan penampilan, Guardiola menganggap anak asuhnya sangat pantas mendapatkan kemenangan ini. Mereka terus berjuang sejak awal hinga akhir.

"Ini memang pantas, karena kami bermain bagus. Pertandingannya ketat, dan di menit akhir kami memenangkan pertandingan dengan nyaman," tuturnya.

Rekor 21 kemenangan beruntun menurut Guardiola akan jadi pembicaraan di masa depan. Yang ingin dia tekankan, bagaimana musim dingin dalam sepakbola Inggris terasa seperti neraka, tapi ManCity bisa gemilang.

"Rekor yang akan kami bicarakan di masa depan. Musim dingin di Inggris, ini adalah neraka, dan pada saat itu kami melakukan sesuatu yang luar biasa. Ini bahkan lebih dari luar biasa," katanya.