Pep Guardiola Rusak Mimpi Manchester City di Liga Champions

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kisah kegagalan Manchester City di Liga Champions masih jadi topik menarik untuk dibahas. Terbaru, Pep Guardiola dituding sebagai biang keladi pupusnya mimpi The Citizens menjadi juara Eropa.

Hal itu diungkapkan legenda Bayern Munich, Lothar Matthaus. Menurutnya, manajer asal Spanyol itu melakukan sebuah kesalahan besar yang berimbas pada kehancuran ManCity di laga puncak.

Matthaus menilai Guardiola salah menurunkan starting XI. Pria asal Jerman itu heran mengapa Guardiola menurunkan tiga gelandang serang, Ilkay Guendogan, Bernardo Silva, dan Phil Foden, secara bersamaan dan malah mencadangkan Rodri dan Fernandinho yang berposisi penting sebagai gelandang bertahan.

Menurut Matthaus, itu merupakan awal dari kehancuran The Citizens. Dan semua itu merupakan kesalahan dari Guardiola yang tidak menurunkan satu pun gelandang bertahan sejak awal.

"Dengan susunan pemain yang dia (Guardiola) gunakan, dia telah mencuri trofi Liga Champions dari klub dan fans. Bagaimana Anda bisa bermain tanpa gelandang bertahan di pertandingan terpenting dalam sejarah klub?" kata Matthaus dikutip The Sun.

“Mengapa dia meninggalkan Rodri dan/atau Fernandinho dan malah memainkan enam pemain penyerang dan juga bermain tanpa penyerang tengah?” lanjut dia.

Lebih lanjut, Matthaus mengkhawatirkan kondisi ruang ganti ManCity bakal berubah sejak kekalahan tersebut. Dampak terparahnya, pemain tak percaya lagi pada Guardiola.

"(Guardiola) harus mendengarkan kritik keras dari semua pihak. Saya yakin akan ada diskusi internal. Pemain berpeluang mulai meragukannya sejak final itu," tutur Matthaus.

Seperti diketahui, ManCity harus mengubur mimpinya merengkuh trofi Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Mereka ditumbangkan Chelsea dengan skor 0-1 dalam duel di Estadio do Dragao, Portugal. Gol tunggal The Blues diciptakan Kai Havertz.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel