Pep Guardiola: UEFA dan FIFA Membunuh Para Pemain

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVA – Manajer Manchester City, Pep Guardiola angkat bicara mengenai jadwal padat yang dilakoni para pemain saat ini. Tidak cuma di kompetisi bersama klub, tapi juga pertandingan bersama tim nasional.

Sebagai contoh beberapa waktu belakangan ini. Para pemain menjalani pertandingan bersama tim nasional masing-masing dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Dalam tujuh hari, ada yang bertanding sebanyak tiga kali di zona Eropa. Lalu mereka kembali ke klub masing-masing dan langsung menjalani jadwal kompetisi.

Sejak musim 2020/2021 bergulir, Guardiola mengatakan belum pernah ada libur bagi para pemain. Padahal manusia seperti mereka yang menguras kondisi fisik di setiap pekannya haruslah ada waktu istirahat.

"UEFA dan FIFA membunuh para pemain dan itu berlebihan. Kami belum pernah libur satu pekan pun sejak memulai kompetisi. Mereka adalah manusia, bukan mesin," kata Guardiola, dikutip dari Tribal Football.

Karena jadwal yang sudah ada tidak bisa diganggu gugat, akhirnya Guardiola memilih caranya sendiri. Juru taktik asal Spanyol itu melakukan rotas dalam skuad asuhannya secara berkala.

"Alasan saya merotasi setiap pertandingan dengan enam atau tujuh pemain karena ingin semua orang fit. Kami memiliki skuad yang luar biasa, dan saya tidak akan membiarkan mereka bermain sebanyak mungkin," katanya.

"Beberapa dari mereka ingin bermain setiap hari, tapi tidak mungkin bisa bersaing di semua kompetisi. Tahun ini, tanpa penonton, dengan kompetisi terpendek. Kalau tidak merotasi, tidak bisa memenangkan semua kompetisi. Andai tidak bisa berada di sini dalam posisi kita sekarang," imbuh Guardiola.

Manchester City yang ditangani Guardiola saat ini ada di urutan teratas Premier League. Mereka mengumpulkan 74 poin hasil dari 31 pertandingan.

Sementara mereka unggul 14 angka dari Manchester United yang ada di tempat kedua dan baru memainkan 30 pertandingan.