Pepadi Banyumas-Korem gelar festival dalang anak tanamkan cinta budaya

Koordinator Wilayah Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Eks Keresidenan Banyumas bekerja sama dengan Komando Resor Militer 071/Wijayakuma menggelar festival dalang anak dan remaja dalam rangka menanamkan rasa cinta terhadap budaya bangsa khususnya wayang kulit.

Kegiatan yang digelar di Gedung Kesenian Sutedja Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu, menghadirkan empat dalang anak dan remaja yang merupakan perwakilan dari empat kabupaten di wilayah eks Keresidenan Banyumas, yakni Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Saat ditemui di sela acara, Ketua Panitia Festival Dalang Anak dan Remaja Bambang Barata Aji mengatakan pihaknya selaku Korwil Pepadi Eks Keresidenan Banyumas secara rutin menyelenggarakan festival atau lomba dalang karena ada lomba tingkat nasional.

"Untuk tahun ini, kebetulan karena alasan berbagai hal, kesibukan, dan lain-lain sebetulnya tidak kami selenggarakan," kata pria yang akrab disapa BBA itu.

Baca juga: Pepadi Banyumas jaring bakat dalang bocah-muda melalui festival

Akan tetapi setelah bertemu dengan Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Infanteri Yudha Airlangga sekitar dua minggu lalu, kata dia, pihaknya mendapat suntikan energi yang luar biasa untuk menyelenggarakan Festival Dalang Anak dan Remaja Eks Keresidenan Banyumas Tahun 2022.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya bekerja sama dengan Korem 071/Wijayakusuma untuk menyelenggarakan festival tersebut sekaligus untuk memperingati Hari Ulang Tahun Ke-61 Korem 071/Wijayakusuma yang jatuh pada tanggal 1 September 2022.

"Sebetulnya simpel saja, tetapi yang paling penting bagi kami, bagi Pepadi adalah semakin banyak memberikan kesempatan anak-anak kita untuk tampil. Itu akan menjadi semakin baik dan otomatis akan membangkitkan rasa cinta budaya dan cinta bangsa," katanya.

Terkait dengan jumlah peserta, BBA mengatakan jika sebenarnya pesertanya cukup banyak karena wilayah Korwil Pepadi Eks Keresidenan Banyumas meliputi empat kabupaten.

Oleh karena secara teknis hanya bisa menyelenggarakan kegiatan selama satu hari, kata dia, pihaknya hanya bisa menghadirkan empat dalang yang merupakan perwakilan dari setiap kabupaten.

"Kalau dua tahun lalu ada delapan dalang karena waktunya cukup. Saat ini karena waktunya sangat terbatas dan persiapan sangat terbatas hanya empat saja," katanya menjelaskan.

Baca juga: Lestarikan seni tradisional, Banyumas gelar festival dalang cilik

Dalam hal ini, kata dia, dari empat dalang yang tampil, tiga orang di antaranya menjadi peserta lomba untuk dipilih sebagai wakil eks Keresidenan Banyumas di tingkat provinsi, sedangkan satu peserta hanya untuk pergelaran wayang kulit saja.

Ia mengaku "ngotot" untuk menyelenggarakan festival dalang dengan berbagai keterbatasan karena juara 1 lomba tingkat nasional yang diselenggarakan pada tahun 2019 berasal dari Banyumas.

"Kalau kita tahun ini tidak mengirim, kasihan anak-anak. Pesertanya bagus-bagus dan bisa dibayangkan anak seusia itu, saya kira lebih suka dengan gadget (gawai, red), tetapi anak-anak ini untuk mencapai ke level ini (menjadi dalang, red.) tidak sederhana, dibutuhkan ketekunan dan tekad yang kuat," kata Bambang.

Sementara itu, Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Yudha Airlangga mengatakan terselenggaranya kegiatan tersebut berawal dari komunikasi yang dilakukan pihaknya bersama dengan Ketua Pepadi Korwil Eks Keresidenan Banyumas Bambang Barata Aji.

Saat itu, kata dia, Korwil Pepadi Eks Keresidenan Banyumas menyampaikan keinginannya untuk kembali menyelenggarakan festival dalang anak dan remaja yang sempat terhenti akibat adanya pandemi COVID-19.

"Tahun ini (Pepadi) memberanikan diri untuk menyelenggarakan festival ini. Tujuannya untuk melestarikan budaya bangsa, khususnya wayang di lingkungan generasi muda, anak-anak dan remaja," katanya.

Baca juga: Seni pedalangan wayang punya manfaat bagi generasi muda

Selain itu, kata dia, dalam rangka meramaikan Hari Ulang Tahun Ke-61 Korem 071/Wijayakusuma.

Dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, lanjut dia, pihaknya tidak sendiri karena didukung juga oleh elemen masyarakat lain, baik pemerintah daerah maupun Kepolisian Republik Indonesia supaya terselenggara dengan baik.

"Tujuan lainnya yang paling penting adalah untuk kemanunggalan TNI, Polri, dan masyarakat," katanya.

Danrem mengharapkan melalui kegiatan tersebut dapat dicari bibit-bibit dalang karena generasi muda khususnya anak-anak akan menjadi penerus bangsa.

"Dengan demikian, budaya bangsa khususnya pewayangan dapat tumbuh dan berkembang di tengah gempuran nilai-nilai budaya dari luar," katanya.