Peparnas Papua 2021 Jadi Ajang Pencarian Atlet Potensial

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua akan resmi dibuka pada 5 November 2021. Ajang olahraga nasional terbesar bagi atlet penyandang disabilitas ini dijadwalkan berlangsung mulai 2 November lalu hingga 15 November mendatang.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) National Paralympic Comitee Indonesia (NPCI) Rima Ferdianto menilai, Peparnas merupakan ajang yang tepat untuk mencari atlet potensial dalam rangka menyukseskan regenerasi atlet disabilitas di Tanah Air.

Di samping itu, Peparnas 2021 juga dapat menjadi wadah pembuktian kualitas bagi para atlet muda. Prestasi yang diraih atlet dalam kejuaraan ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi karier mereka di masa depan.

Rima memprediksi bahwa Peparnas Papua akan menjadi titik kemunculan sejumlah atlet muda dari berbagai cabang olahraga. Menurutnya, kinerja dan keseriusan pemerintah daerah dalam hal pembinaan olahraga juga akan terbukti melalui ajang olahraga nasional ini.

“Target Peparnas kali ini adalah sukses regenerasi atlet penyandang disabilitas” ujar Rima Ferdianto di Jayapura pada Rabu (3/11/2021) lalu seperti dilansir dari situs Kemenpora.

Sistem yang Mendukung Regenerasi

Lifter Papua Oktovianus F. Itlay (dua kiri) membawa obor api Peparnas XVI Papua bersama masyarakat adat di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (2/11/2021). (Kominfo)
Lifter Papua Oktovianus F. Itlay (dua kiri) membawa obor api Peparnas XVI Papua bersama masyarakat adat di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (2/11/2021). (Kominfo)

Melansir situs Kemenpora, penyelenggaraan Peparnas 2021 nantinya akan mengusung sitem yang mendukung regenerasi. Pasalnya, NPCI membagi pertandingan ke dalam dua kategori, yakni nasional dan elit.

“Kami buat ada kategori nasional dan elit. Elit itu adalah (kategori untuk) atlet yang pernah juara dalam pertandingan internasional. Kategori atlet nasional adalah semua yang sudah punya pengalaman ikut event internasional,” tutur Rima menjelaskan.

Atlet yang masuk dalam kategori elit hanya diizinkan turun dalam satu nomor cabor pertandingan. Adapun, atlet kategori nasional masih boleh mengikuti nomor pertandingan lebih dari dua kali.

Membuka Peluang Perkembang Atlet

Atlet Jawa Barat, Agung Laksana, memenangi nomor 200 meter T +35-36 putra pada Peparnas XV di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Kamis (20/10/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Atlet Jawa Barat, Agung Laksana, memenangi nomor 200 meter T +35-36 putra pada Peparnas XV di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Kamis (20/10/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Lebih lanjut, pengategorian atlet dalam Peparnas kali ini dinilai bakal membuka peluang bagi berkembangnya atlet disabilitas, meningkatkan kualitas para atlet, serta mendorong percepatan regenerasi atlet Tanah Air.

“Sistem pertandingan ini membuat pembinaan atlet menjadi kunci utama dalam menjuarai Peparnas. Hal ini juga mendorong percepatan regenerasi atlet penyandang disabilitas. Kita ingin atlet disabilitas yang memiliki bakat dapat mengasah kemampuannya dalam ajang bergengsi ini,” pungkas Wasekjen NPCI.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel