Per Juli 2022, Penggunaan Dana PEN Capai Rp146 Triliun dari Total Rp455 Triliun

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mencatat, realisasi penyaluran anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2022 mencapai Rp146,7 triliun per 22 Juli 2022. Angka ini setara 32,2 persen dari total anggaran Rp455,62 triliun.

"Realisasi anggaran PEN terserap 32,2 persen per Juli 2022," kata Menko Airlangga dalam webinar Bisnis Indonesia di Jakarta, Selasa (2/8).

Airlangga merinci, realisasi itu meliputi program penanganan kesehatan senilai Rp31,8 triliun. Angka ini setara dengan 25,9 persen dari total pagu Rp122,54 triliun.

Realisasi utamanya digunakan untuk klaim pasien sebesar Rp20,9 triliun, insentif nakes Rp2,2 triliun. Kemudian pengadaan vaksinasi senilai Rp1,7 triliun, insentif perpajakan kesehatan Rp1,2 triliun, dan dukungan APBD untuk penanganan Covid-19 Rp5,3 triliun.

Selanjutnya, realisasi program perlindungan masyarakat senilai Rp63,7 triliun. Torehan ini setara dengan 41,1 persen dari total pagu Rp154,76 triliun.

Pengguna anggaran tersebut digunakan untuk Program Keluarga Harga (PKH) sebesar Rp14,35 triliun, Kartu Sembako Rp18,9 triliun, BLT Minyak Goreng Rp7,2 triliun. Selanjutnya, BLT Desa senilai Rp14,9 triliun, Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BT-PKLW) Rp1,3 triliun, DAN Kartu Prakerja Rp7,1 triliun.

Penguatan Pemulihan Ekonomi

Terakhir, program penguatan pemulihan ekonomi senilai Rp51,3 triliun. Capaian ini setara dengan 28,7 persen dari total pagu Rp178,32 triliun.

Dalam bahan paparannya, anggaran tersebut digunakan untuk Program Padat Karya sebesar Rp8,1 triliun, infrastruktur dan konektivitas Rp5,4 triliun, pariwisata dan ekonomi kreatif Rp1,9 triliun, ketahanan pangan Rp7,3 triliun.

Kemudian, TIK senilai Rp4,9 triliun, kawasan industri Rp0,7 triliun, dukungan UMKM (subsidi KUR dan IJP) Rp 14,6 triliun, dan insentif perpajakan Rp 8,3 triliun.

"Di tengah risiko ketidakpastian global yang eskalatif, program PC-PEN harus responsif dan antisipatif," tutupnya. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel