Per Juni 2022, Kompensasi BBM dan Listrik Capai Rp104,8 Triliun

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah telah membayarkan kompensasi BBM dan listrik sebesar 104,8 triliun. Angka ini jauh lebih besar dari yang dianggarkan dalam APBN 2022 yakni Rp 18,5 triliun.

"Kita sudah bayarkan Rp 104,8 triliun, jauh lebih besar dari anggaran semula," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Rabu (27/7).

Sri Mulyani menjelaskan dalam APBN 2022 pemerintah menganggarkan Rp 18,5 triliun untuk membayar kompensasi BBM dan listrik. Namun karena terjadi lonjakan harga energi, pemerintah memutuskan memberikan tambahan anggaran agar harga BBM dan listrik tidak mengalami kenaikan di tingkat masyarakat.

Sehingga tahun pemerintah menambah anggaran Rp 275 triliun dan telah mendapatkan persetujuan dari DPR dengan payung hukum Perpres No 98 tahun 2022. Dari jumlah tersebut yang telah dibayarkan sampai Juli 2022 sebesar Rp 104,8 triliun.

"Ini karena kita mau tahan harga listrik, minyak dan gas agar tidak berdampak langsung ke masyarakat," kata dia.

Langkah ini diambil pemerintah dalam rangka menjaga daya beli masyarakat di tengah proses pemulihan ekonomi nasional yang masih berlanjut. Sri Mulyani menyebut, jika pemerintah tidak menahan kenaikan harga BBM dan listrik, Indonesia bisa mengalami peningkatan inflasi sebagaimana yang dialami berbagai negara saat ini.

"Kalau tidak, ini bisa menyebabkan inflasi seperti negara-negara di dunia," kata dia.

Meskipun strategi yang dijalani sekarang membutuhkan ongkos Rp 275 triliun sampai akhir tahun. Belum lagi biaya subsidi yang juga bengkak. Untuk subsidi pemerintah menambah anggaran Rp 77 triliun. Sehingga secara total anggaran pemerintah untuk subsidi dan kompensasi menjadi Rp 352 triliun.

"Jadi secara total hampir Rp 350 triliun kenaikan anggaran untuk menahan harga BBM, gas dan listrik," pungkasnya. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel