Peradangan Jantung Usai Vaksinasi, Dokter: Lebih Takut pada COVID-19

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) resmi melaporkan beberapa keluhan pada organ jantung terkait vaksinasi COVID-19. Sebagian remaja dan dewasa muda memberikan laporan adanya peradangan jantung yang dialami pasca vaksinasi.

Dipaparkan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Vito F. Damay SpJP., peradangan jantung yang dimaksud tersebut mengintai bagian otot dan kulti jantung. Dalam bahasa medis, disebut sebagai miokarditis dan perikarditis. Gejalanya sendiri kerap memicu sesak napas, rasa tidak nyaman di dada hingga jantung berdebar-debar.

"Keluhan ini dirasakan kira-kira 1 hari hingga beberapa minggu usai mendapatkan vaksin COVID-19," jelas dokter Vito dalam keterangan di unggahan media sosialnya.

Ada pun jenis vaksin COVID-19 yang menyebabkan peradangan jantung, kata dokter Vito, adalah jenis mRNA. Biasanya, kejadian peradangan jantung ini tercatat lebih banyak menyerang gender laki-laki dan usai menerima suntikan kedua.

"Untungnya, kejadian miokarditis dan perikarditis ini bisa sembuh dengan pengobatan yang ada dan sejauh ini semua berespons baik. Pasien bisa beraktivitas seperti sedia kala tentu dengan perawatan dari dokter jantung," tututnya.

Selain itu, kejadian miokarditis dan perikarditis sendiri sangat jarang dilaporkan. Serta, masih belum ada hubungan jelas secara langsung antara kejadian tersebut dan vaksinasi COVID-19. Untuk itu, dokter Vito berpesan agar vaksinasi harus tetap dilakukan masyarakat.

"Masih perlu, karena divaksin ini melindungi dari COVID-119. Dan ingat, kita lebih takut pada COVID-19, bukan pada vaksinnya," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel