Peraih Adhi Makayasa AKP Irfan Widyanto Diperiksa Terkait Obstruction of Justice

Merdeka.com - Merdeka.com - Bareskrim Polri terus mendalami dugaan obstruction of justice atau perintangan penyidikan kasus Brigadir J alias Nopriansyah Yosua Hutabarat. Dengan agenda hari ini melakukan pemeriksaan terhadap peraih Adhi Makayasa, AKP Irfan Widyanto yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"AKP IW (Irfan Widyanto) diperiksa di Dittipidsiber Bareskrim Polri pukul 13.00 WIB," ujar Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Nurul Azizah saat jumpa pers, Rabu (7/9).

Pemeriksaan terhadap AKP Irfan Widyanto juga berbarengan dengan agenda pemeriksaan terhadap Irjen Ferdy Sambo yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka obstruction of justice, di di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

"Pemeriksaan sebagai tersangka kepada IJP FS di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok pukul 11.00," ucapnya.

Sebelumnya, Dit Tipidsiber Bareskrim Polri telah menetapkan tersangka terkait menghalang-halangi penyidikan atau Obstruction of Justice kasus kematian Brigadir J. Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka berjumlah tujuh orang.

"Info terakhir dari penyidik, malam ini tersangka OJ bertambah menjadi 7 orang," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dihubungi, Kamis (1/9).

Tujuh orang itu yakni Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman Arifin, Kompol Chuk Putranto, Kompol Baiquni Wibowo dan AKP Irfan Widyanto .

"IJP FS, BJP HK, KBP ANP, AKBP AR, KP CP, KP BW, dan AKP IW," ujarnya.

Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri menambahkan, pihaknya telah menyita sejumlah barang bukti terhadap dugaan tindak pidana yang dilakukan tujuh polisi tersebut. Mereka diduga berupaya menghalangi penyidikan lewat pengaburan keberadaan CCTV di sekitar TKP.

Mereka diduga melanggar Pasal 49 Juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 Ayat (1) Juncto Pasal 32 Ayat (1) UU ITE dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke 2 dan 233 KUHP Juncto Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP. [eko]