Peralatan Keselamatan di Dalam KRI Nanggala 402 Lengkap

Rifki Arsilan
·Bacaan 3 menit

VIVA – Mantan Komandan kapal selam KRI Nanggala 402, Mayor Laut (P) Ansori menegaskan, kondisi KRI Nanggala 402 sebelum hilang kontak pada saat melakukan prosedur penyelaman dalam rangka latihan penembakan Torpedo di perairan utara Bali dalam keadaan layak tempur.

Selain sangat ketat dalam hal perawatan, lanjut Mayor Laut (P) Ansori, sebagai salah satu kapal perang yang memperkuat kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), di dalam KRI Nanggala 402 juga dilengkapi dengan prosedur peralatan keselamatan yang diperuntukan untuk para awak kapal apabila kapal mengalami kendala di bawah permukaan laut.

"Kalau di kapal selam alat keselamatan sudah lengkap dan sesuai standart yang dilakukan oleh seluruh kapal selam-kapal selam di dunia," kata Mayor Laut (P) Ansori pada saat memberikan keterangan pers di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jum'at, 23 April 2021.

Dia juga menegaskan, peralatan keselamatan di dalam kapal selam selalu dipastikan sebelum kapal selam menjalankan operasi, termasuk operasi latihan yang telah dilakukan di wilayah perairan utara Bali kemarin.

"Jadi seluruh peralatan keselamatan itu disesuaikan dengan jumlah personel yang onboard di dalam kapal selam. Kalau ada 53 personel, ya berarti seluruh peralatan keselamatan yang tersedia di dalam kapal selam ada 53. Jadi masalah peralatan keselamatan saya rasa sudah sesuai standart internasional," ujarnya.

Kendati demikian, dia tidak bisa memastikan penyebab hilangnya kapal selam buatan Jerman tahun 1971 itu. Hanya saja, dia memastikan proses penyelaman yang dilakukan oleh KRI Nanggala 402 pada saat hendak melakukan latihan penembakan Torpedo di bawah air kemarin sudah sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Mayor Laut (P) Ignatius Bagus yang pernah bertugas sebagai Kepala Kamar Mesin (KKM) KRI Nanggala 402 menjelaskan teknis penyelaman yang dilakukan oleh KRI Nanggala 402 sebelum hilang kontak.

Menurut Mayor Laut Ignatius, kapal selam ketika hendak menembakkan torpedo dia berada dalam posisi penyelaman statis. Penyelaman Statis adalah penyelaman yang dilakukan oleh kapal selam tanpa didorong dengan pendorong mesin kapal selam.

Sebelum melakukan penyelaman statis pada posisi tertentu, lanjut Mayor Laut Ignatius, kapal selam KRI Nanggala 402 harus melakukan penyelaman dinamis atau penyelaman yang disertai dengan kekuatan pendorong mesin kapal selam untuk menuju posisi penyelaman statis.

"Pada saat pelaksanaan operasi latihan kemarin, kapal melaksanakan selam statis. Namun, di sini untuk melaksanakan selam statis maka kapal harus melaksanakan penyelaman dengan dinamis terlebih dahulu, dan itu sudah dilaksanakan oleh KRI Nanggala pada saat melaksanakan Linla atau Lintas Laut menuju daerah latihan," kata perwira TNI Angkatan Laut yang pernah melakukan beberapa kali operasi bersama kapal selam KRI Nanggala 402 itu.

Dalam kesempatan yang sama, Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad menegaskan, saat ini seluruh kekuatan TNI serta unsur pendukung lainnya, seperti dari kepolisian, Basarnas, hingga bantuan dari sejumlah negara sahabat masih terus berupaya melakukan pencarian KRI Nanggala di sembilan sektor di sekitar 40 kilometer dari Celukan Bawang, wilayah perairan utara Bali.

"Jadi sekali lagi, dari sisi pemeliharaan kapal selam sudah rutin dilakukan. Sudah dicek di galangan kapal Surabaya juga, artinya untuk perawatan kita sudah lakukan sebagaimana mestinya. Sekali lagi, semua peralatan, daya, upaya sudah kita kerahkan, mudah-mudahan segera bisa menemukan titik terang KRI Nanggala," tutup Kapuspen TNI.

Baca: Kapal Siluman Terbaru KRI Alugoro 405 Ikut Cari KRI Nanggala 402