Perampok Berkapak di Dekat Museum Fatahillah  

TEMPO.CO, Jakarta - Dua anggota komplotan perampok ditangkap di dekat Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah, Jakarta Barat, Ahad, 3 Februari 2013 dini hari. Yogi dan Rahmat ditangkap sekitar pukul 01.00 WIB setelah merampok pria yang sedang berada di dekat museum.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tamansari, Erick Frendriz, mengatakan keduanya ditembak di paha kanan karena mencoba melarikan diri. "Saat akan mencari tersangka Iqbal mereka mencoba kabur, jadi harus dilumpuhkan," katanya, Senin, 4 Februari 2013. Pelaku lainnya yang bernama Iqbal kini masih buron.

Penangkapan kedua perampok asal Jakarta Utara itu berawal ketika pelaku sedang merampok pria yang sedang bermalam Minggu di daerah Kota, Jakarta Barat. "Pelaku mengacungkan kapak dan mengancam akan memecahkan kepala korban kalau berteriak," kata Erick. Korban menyerahkan ponsel dan uang. "Setelah pelaku kabur barulah korban berteriak sehingga mereka bertiga dikejar massa."

Yogi dan Rahmat lalu berhasil ditangkap warga dan anggota Polsek Tamansari. Pelaku tersebut diketahui sudah sering merampok uang, ponsel, dan sepeda motor di wilayah Jakarta Barat. Mereka biasa berboncengan mencari korban pada malam hari.

Polisi menyita barang bukti berupa sebuah kapak putih, empat ponsel hasil curian, satu dompet, dan satu sepeda motor. Mereka dijerat dengan pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pencurian dengan kekerasan.

ANGGRITA DESYANI

Berita Lainnya:

Penanam Pohon Khat Tidak Bisa Ditindak

Begini Raffi Tanggapi Isu Rekayasa BNN

Bocah 9 Tahun Diperkosa Ayah Tirinya

Mau Jadi Lurah atau Camat Jakarta, Ini Syaratnya

Harga Land Cruiser Luthfi Hasan Hampir Rp 1 Miliar

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.