Perampok & Penganiaya Prajurit TNI di Dogiyai Papua Ditangkap

Merdeka.com - Merdeka.com - Satu terduga pelaku perampokan dan penganiayaan terhadap anggota TNI, Koramil Dogiyai, ditangkap Polisi. Pelaku berhasil ditangkap, Selasa (25/10) di Jalan Trans Nabire-Enarotali, tepatnya di Terminal Moanemani sekitar Pukul 08.30 WIT.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal, mengatakan, kejadian perampokan dan penganiayaan terhadap anggota koramil terjadi pada Senin (24/10) Pukul 11.30 WIT di Kompleks Pasar Ikebo, Kabupaten Dogiyai, Papua.

"Sekitar Pukul 11.20 WIT sekelompok orang yang sedang berkumpul di depan Counter Amelia Cell tiba-tiba datang dan langsung ingin memasuki counter tersebut. Namun Saksi Haswim yang ingin menutup pintu langsung diserang menggunakan alat tajam berupa parang. Saksi sempat menghindar dan tidak terkena serangan. Namun sekelompok warga ini berhasil masuk dan merampok seisi counter Hp tersebut," ujar Musthofa Kamal

Sekitar Pukul 11.30 WIT Anggota Koramil Moanemani sebanyak 5 personel mendatangi TKP untuk mengecek kejadian tersebut. Tetapi setibanya di TKP anggota langsung dikejar oleh para pelaku menggunakan senjata tajam tradisional berupa parang, tombak dan beberapa sajam lainnya.

"Akibat serangan itu, 1 personel TNI terkena sabetan senjata tajam, korban atas nama Serma Sukma Doni mengalami luka pada bagian samping kepala sebelah kanan, dan luka ringan di bawah dagu luka. Anggota tersebut sempat melakukan perlawanan, sehingga dapat menyelamatkan diri," tutur Kamal bercerita.

Kemudian pada Selasa (25/10), setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan korban penganiayaan. Diketahui ciri-ciri pelaku.

Selanjutnya anggota Polres Dogiyai di backup Satgas Preventif Damai Cartenz melakukan penangkapan terhadap salah satu pelaku.

Saat akan diamankan pelaku sempat melakukan perlawanan, namun berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolres Dogiyai untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Pelaku PT saat ini sudah dititipkan ke ruang Tltahanan Polres Nabire dalam rangka menghindari adanya dampak gangguan Kamtibmas di Kabupaten Dogiyai," sebut Kanal.

Dari kejadian tersebut korban pemilik counter HP mengalami kerugian sekitar Rp. 98.450.0000,- dari telepon selular yang diambil saat kejadian.

"Situasi pasca kejadian di Kabupaten Dogiyai saat ini aman kondusif. Aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa," tuturnya. [rhm]