Perampokan di Halaman BRI Jember, Warga Kehilangan Uang Rp148 Juta

Merdeka.com - Merdeka.com - Perampokan terjadi di halaman Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Jember, Jawa Timur, Senin (6/60. Korban bernama Misyati (42), kehilangan uang sebesar Rp148 juta, hasil menjual tanah warisan orang tuanya.

Para pelaku terbilang nekat, karena beraksi di lokasi yang terbilang ramai dan tidak jauh dari kantor polisi.

"Saat itu, saya baru saja mencairkan uang sejumlah Rp146 juta. Lalu uang saya taruh di dalam jok mobil dalam kondisi terkunci," ujar Efendi, adik Misyati yang ikut mengantar sang kakak mengambil uang di bank.

Uang tersebut merupakan hasil penjualan tanah warisan orang tuanya, yang rencananya akan dibagi. Efendi merasa sudah menaruh uang secara aman, yakni disembunyikan di bawah jok mobil.

"Saat itu kami hendak makan di warung yang ada persis di samping kantor bank," lanjut warga Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sumbersari, Jember ini.

Hanya berselang dua menit saja, ia mendengar alarm mobil miliknya berbunyi cukup keras. Ia berlari ke halaman BRI Jember, tempat ia memarkirkan mobil.

"Saat itu, saya melihat seseorang berlari dan langsung loncat ke motor yang sudah menunggunya dan kabur. Jadi pelaku perampokan yang saya lihat berjumlah dua orang," papar Efendi.

Polisi yang menerima laporan segera bergerak cepat mengusut kasus perampokan ini. "Kita menerima laporan dari korban dan langsung melakukan penyelidikan. Mobil dalam keadaan tertutup," ujar Kanit Reskrim Polsek Patrang, Aiptu Sutaryoto saat dikonfirmasi usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Diduga pelaku sudah membuntuti korban sejak hendak mengambil uang di bank. Namun saat dikonfirmasi, polisi enggan berkomentar lebih lanjut karena masih fokus mencari jejak pelaku.

Selain melakukan olah TKP, polisi juga mengamankan rekaman sejumlah CCTV yang ada di sekitar TKP untuk proses penyelidikan. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel