Perampokan Rumah Mewah di Jakbar, yang Diambil Ubin hingga Kusen

Siti Ruqoyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ada-ada saja ulah pelaku perampokan. Peristiwa yang terjadi di salah satu rumah mewah di Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini pelaku mengambil barang yang tidak biasa. Aki pelaku membobol habis isi rumah viral di media sosial.

Biasanya perampok mengincar barang mewah seperti emas atau barang berharga lainnya tapi pelaku di kejadian ini malah mengincar hal yang lain.

Dikutip VIVA dari Instagram @westjurnalpalma, Senin 22 Maret 2021, sebuah video menunjukkan sebuah rumah mewah yang kosong melompong habis dirampok. Pelaku diketahui mengambil ubin, kusen, keramik hingga sanitari yang menempel di rumah tersebut.

Kejadian ini terungkap setelah pemilik rumah datang ke sana. Rumah yang dirampok tersebut disewa oleh seseorang. Usut punya usut ternyata penyewa malah membongkar semua barang yang ada di semua. Hingga rumah terlihat seperti bangunan kosong.

Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Ady Wibowo mengatakan jika pekerja yang mencopot keramik hingga ubin tersebut sudah diamankan.

"Modusnya mendapat order bongkaran rumah kosong. Jadi kusen, ubin, keramik, sanitary dibongkar. Sementara 3 pelaku sebagai kuli bongkar sudah diamankan, 2 orang terduga yang menyuruh dalam pencarian," ujar Kombes Ady.

Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk menjelaskan, peristiwa pembongkaran rumah dan penyewanya mengambil bahan-bahan bangunan untuk dijual kembali.

"Bisa habis, bisa diangkut semua, marmer-marmer nya dicongkel, sampai kusen-kusen pintu, jendela, lukisan semua diambil. Rumah nya mewah tadinya, bisa habis kayak gitu ya," kata Yudi.

Menurut dia, penyewa rumah tersebut harusnya sudah menempati sejak pekan lalu. Kemudian, pemilik rumah yang ada di kawasan Puri, Kembangan ini berniat menengok rumahnya untuk bertemu dengan penyewa.

"Ternyata sudah dikerjain (bongkar) dalam seminggu katanya. Nah di sana masih ketinggalan truk nya 1 dan tukang 4 orang yang masih bongkar kusen di atas. Orang yang punya di Puri, pas mau bersih-bersih kaget kok ada truk. Jadi panggil RT , polisi ya di komplek Kedoya tapi di jalan Raya luar," tegas Yudi.

Yudi mengaku, hari ini ia akan gelar perkara kasus tersebut guna mengetahui modus penyewa rumah dan apakah ada rumah lainnya jadi korban. Sebab, pihaknya baru menangkap 4 tukang bongkar bangunan rumah, sementara penyewanya masih terus diselidiki.

"Pagi ini kita mau gelar perkara lagi, berapa tersangka, gelar perkara baru pagi ini. Nanti kita kabari sore. Iya. Gimana modusnya, ngontraknya berapa masih dalami," tutup dia.