Peran 4 Tersangka Penjual Vaksin Ilegal di Sumut

·Bacaan 3 menit

VIVA – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara menetapkan 4 orang tersangka kasus dugaan jual beli vaksin COVID-19 secara ilegal. Tiga diantaranya berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN)?. Kini, mereka sudah resmi ditahan di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Mako Polda Sumut.

Keempat tersangka itu, adalah SW (40) pihak swasta, IW (45) selaku dokter Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Tanjung Gusta Medan, ?KS (47) dokter di Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dan SH selaku ASN bertugas di Dinas Kesehatan Provinsi Sumut.

"Bahwa kita dari Polda Sumatera Utara, tentang ada dugaan jual-beli vaksin di tengah masyarakat. Yang mana, dijual-beli vaksin imbalan tertentu berupa uang. Setelah itu, dilakukan vaksin. Bahwa dia belum berhak menerima vaksin," ungkap Kapolda Sumut, Irjen Pol. RZ Panca Putra Simanjuntak dalam jumpa pers digelar di Mako Polda Sumut, Jumat, 21 Mei 2021.

Kasus ini, berawal dari laporan masyarakat. Kemudian, dibentuk tim terpadu dengan melibatkan Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut. Selanjutnya, dilakukan penyelidikan dan ditemukan kegiatan vaksinasi ilegal di Perumahan Jati Resindance di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Selasa 18 April 2021.

"Benar, bertempat di sebuah kawasan perumahan di Kota Medan. Tim ada menemukan kegiatan vaksinasi yang dilakukan kepada masyarakat di perumahan tersebut dan dilakukan beberapa orang. Dilakukan dua tenaga ?vaksinator," jelas Panca.

Panca pun, membeberkan peran dari para tersangka tersebut. Untuk SW merupakan agen properti dan bertugas mencari dan mengumpulkan orang-orang yang ingin divaksin dengan biaya per orang Rp250 ribu.

"SW berkoordinasi dengan ASN dari dokter Rutan Tanjung Gusta Medan, saudara IW. Dimana, dia dokter di Rutan, harus diberikan pelayan publik Rutan dan kepada napi. Tapi, disalurkan kepada membayar," tutur Panca.

Kemudian, IW berkoordinasi dengan KS dan SH untuk pengambilan vaksin diduga berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumut untuk digunakan atau disuntikan kepada masyarakat yang sudah membayar kepada SW. "Sudah menetapkan 4 orang tersangka," ucap jenderal bintang dua itu.

Panca mengungkapkan untuk tersangka SW selaku pihak pemberi suap dijerat dengan Pasal 51 ayat a dan b atau Pasal 13 Undang-undang RI nomor 31 tahun ?1999 tentang tindakan pidana pemberantasan korupsi diubah Undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi.

"IW selaku ASN Rutan Tanjung Gusta Medan dan KS selaku Dinas Kesehatan selaku menerima suap dan diterapkan pasal 12 ayat a dan b atau pasal 5 atau pasal 11 Undang-undang RI nomor 31 tahun ?1999 tentang tindakan pidana pemberantasan korupsi diubah Undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi," kata Panca.

Untuk SH, selaku ASN Dinkes Provinsi Sumut selaku memberikan vaksin kepada IW tanpa prosedur. Ia dijerat dengan Pasal 372 dan 374 KUHPidana tentang penggelapan. "Tidak tutup kemungkinan (SH), akan kita tingkatkan bila cukup bukti terapkan pasal tindak pidana korupsi," sebut Panca.

Hasil penyelidikan, Panca mengungkapkan ditemukan IW meminta vaksin dari Dinkes Sumut melalui SH, tidak disertai dengan surat pengajuan dan sesuai dengan kebutuhan. ?"Dari hasil penyelidikan IW tidak mengajukan surat, tapi hanya beberapa kali saja mengajukan surat," kata Panca.

Selain itu, Panca mengatakan para tersangka juga dikenakan pasal 64 ayat 1 KUHPidana dan pasal 55 KUHPidana tindakan melawan hukum berkelanjutan.

"Penerimaan vaksin, tidak dipungut biaya dan pemerintah memastikan akan memberikan vaksin secara bertahap," kata Panca.

Baca juga: Kemenkuham Blakblakan Akui Dokter Rutan Ditangkap karena Jual Vaksin