Peran Barata Indonesia di Proyek Bendungan Tapin yang Diresmikan Jokowi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Barata Indonesia (persero) kembali menyelesaikan salah satu proyek strategis di bidang Hidromekanikal. Diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi hari ini (18/2), Proyek Sinergi BUMN yakni KSO Brantas Abipraya - Waskita Karya dan didukung oleh Barata Indonesia tersebut berhasil merampungkan pekerjaan Bendungan Tapin yang berada di Desa Pipitak Jaya, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dalam proyek Hidromekanikal tersebut, scope pekerjaan Barata Indonesia meliputi, Engineering, Fabrikasi Mekanikal, Elektrikal, Erection hingga Commisioning.

Direktur Utama Barata Indonesia, Fajar Harry Sampurno mengatakan, bahwa Barata Indonesia akan terus mendukung upaya pemerintah dalam rangka mewujudkan ketahanan air dan pangan nasional.

Hal ini sejalan dengan filosofi bisinis perseroan FEW+ (Food, Energy, Water), dimana pengelolaan sumber daya air merupakan hal penting dalam rangka mendukung produksi panganyang berkelanjutan.

"Barata melalui kompetensi Divisi Sumber Daya Air akan terus mendukung penuh project pekerjaan hydromechanical tanah air bahkan hingga sisi tersiernya dalam upaya mengembangkan PLTA", tutur Harry dalam pernyataannya, Kamis (18/2/2021).

Lebih lanjut dirinya mengapresiasi kerja keras semua pihak yang terlibat dalam proyek tersebut dan berharap Bendungan Tapin ini dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Bendungan Tapin tersebut memiliki kapasitas 70,52 juta m3 dan akan mengairi lahan seluas 5.472 hektar di Kabupaten Tapin.

Menurutnya, keberadaan bendungan ini diharapkan dapat menyediakan air bakuuntuk wilayah rantai sebesar 500 liter/detik, mereduksi banjir hingga 107m3/detik.

Manfaat Bendungan

Kementerian PUPR tengah menyelesaikan pembangunan Bendungan Tapin di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel). (Dokumen Kementerian PUPR)
Kementerian PUPR tengah menyelesaikan pembangunan Bendungan Tapin di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel). (Dokumen Kementerian PUPR)

Selain itu, Bendungan Tapin juga memiliki manfaat yang tak kalah penting lainnya yakni sebagai fasilitas untuk konservasi air (ground water recharge), destinasi wisata di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tapin, dan sumber air untuk PLTA sebesar 3,30 MW.

Rampungnya Bendungan Tapin, Kalsel tersebut juga akan menambah daftar panjang portfolio Barata Indonesia di bidang Hidromekanikal.

Beberapa proyek Hidromekanikal yang telah dan dikerjakan Barata Indonesia, diantaranya Rehabilitasi Bendung Pasar Baru Tangerang, Rehabilitasi Pintu Air Kedung Semat di Jepara, Bendungan Ubrug Jatiluhur, Bendungan Gerak Sembayat di Gresik, Bendungan Kuningan di Jawa Barat.

Lalu, Bendungan Tanju dan Mila di NTB, Bendungan Passaloreng di Sulsel, Bendungan Gerak di Bojonegoro, Jatim, Bendungan Jabung, Waysekampung dan Margatiga, Lampung; Bendungan Tigadihaji Martapura di Sumsel, hingga Bendungan Karian di Lebak denganproduksi radial gate terbesar di Indonesia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: