Peran Dua Tersangka Pengendara Moge yang Aniaya Anggota TNI AD

Dedy Priatmojo, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 2 menit

VIVA – Total ada empat orang anggota rombongan motor gede (moge) Harley Davidson ditetapkan jadi tersangka buntut dugaan penganiayaan terhadap dua orang anggota intel TNI, yakni Serda Muhamad Yusuf, dan Serda Mistari.

Dua orang anggota rombongan moge yang baru dinaikkan statusnya menjadi tersangka adalah H (48) dan J (26). Dari hasil pemeriksaan saksi, tersangka H diduga melakukan pemukulan terhadap Serda Mistari sebanyak tiga kali.

"Berdasarkan keterangan dari saksi A (rombongan moge) dan dikuatkan dengan video yang kita dapat dari CCTV (Closed Circuit Television) toko di TKP, (Tempat Kejadian Perkara)," ucap Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Barat, Komisaris Besar Polisi Stefanus Satake Bayu kepada wartawan, Minggu 1 November 2020.

Baca: Aniaya Intel TNI, 4 Pengendara Moge Jadi Tersangka

Kemudian, untuk tersangka J, berdasarkan keterangan dari saksi A, melakukan pemukulan terhadap Serda Mistari dan Serda Muhamad Yusuf. Hal ini dikuatkan oleh video rekaman kamera CCTV yang didapat dari toko di lokasi kejadian.

Kedua tersangka ini pun telah menyusul dua tersangka sebelumnya, yaitu MS (49 tahun) dan B (18 tahun) ke dalam bui. Mereka ditahan di Rumah Tahanan Polres Bukit Tinggi.

"Kedua tersangka sudah ditahan di Rutan Polres Bukit Tinggi sehingga jumlah total tersangka adalah empat orang. Kesemuanya ditahan di Rutan Polres Bukit Tinggi," katanya.

Diberitakan sebelumnya, dua orang anggota Intel Kodim 0304/Agam telah menjadi korban arogansi puluhan pencinta moge ketika tengah melintas di Jalan Dr. Hamka, Kota Bukittinggi, kemarin sore.

Serda Mis dan Serda MY menjadi korban pengeroyokan setelah dirinya menghentikan rombongan pengendara moge yang hampir mencelakainya di jalan raya.

Ironisnya, meski Serda Mis dan Serda MY sudah menjelaskan bahwa dirinya adalah anggota TNI, rombongan moge itu tetap mengeroyok mereka, bahkan para pencinta motor gede itu sempat mengancam akan menembak dua anggota Intel Kodim Agam itu.

Akibat dipukuli rombongan moge itu, keduanya mengalami luka-luka. Serda Mis mengalami luka bibir pecah, kepala bengkak. Sementara itu, Serda MY mengalami bengkak di bagian kepala akibat diinjak, serta bagian perut menderita memar akibat tendangan para pelaku pengeroyokan.