Peran Galak di 'BUKU HARIAN SEORANG ISTRI', Dian Nitami Anggap Sebagai Rezeki

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Dian Nitami kedapatan peran sebagai Farah Buwana yang merupakan ibu dari Dewa Buwana (Cinta Brian) dan mertua Nana (Zoe Jackson) dalam sinetron BUKU HARIAN SEORANG ISTRI (BHSI). Dian menjelaskan bahwa dalam sinetron ini memang ada konflik keluarga.

"Sinetron BUKU HARIAN SEORANG ISTRI itu memang ceritanya tentang konflik keluarga. Di sini peran saya Farah Buwana, ibunya dari pemeran utamanya Dewa Buwana, ibu mertuanya dari Nana Buwana," ujar Dian Nitami seperti dilansir dari Kapanlagi.com.

Dalam sinetron tersebut, sosok Farah Buwana yang diperankan oleh istri dari Anjasmara ini memang memiliki aura dan watak yang begitu galak. Apalagi terhadap menantunya yakni Nana.

"Nah, biasanya orang-orang itu selalu bilang, Dian kenapa sih kok perannya galak banget. Lho memang ceritanya Farah Buwana itu galaknya minta ampun," ungkap Dian Nitami.

Harus Ada Antagonis

Dian Nitami di usia 50 tahun. (Instagram/bu_deedee)
Dian Nitami di usia 50 tahun. (Instagram/bu_deedee)

Layaknya dalam sebuah kehidupan, maka ada orang baik dan ada orang yang perangainya buruk. Demikian pula dengan peran di sinetron atau film. Kebutuhan akan peran protagonis dan antagonis sama-sama besar.

Sebagai pemeran senior, Dian pun menjelaskan pentingnya peran antagonis dalam sebuah cerita. Ia juga sempat mengungkapkan kalau dirinya merasa beruntung karena dipercaya memerankan karakter seperti Farah Buwana.

"Terus kenapa sih mau jadi peran antagonis? Karena dalam setiap cerita harus ada antagonis dan protagonis. Kalau semua orang gak mau jadi antagonis, terus ceritanya jadi apa, penyuluhan dong kalau gak dokumenter, ya nggak sih?" papar Dian.

Keluar Dari Diri Sendiri

Dian Nitami di usia 50 tahun. (Instagram/bu_deedee)
Dian Nitami di usia 50 tahun. (Instagram/bu_deedee)

Menjadi sosok antagonis juga memerlukan tantangan tersendiri. Apalagi diakui olehnya, karakter dalam perannya berbeda jauh dengan sifatnya dalam keseharian.

"Makanya kenapa saya senang banget sama peran saya di sini. Karena di sini saya keluar dari pribadi saya sehari-hari. Saya di sini berperan, bukan membawa diri saya sendiri," sambung Dian.

"Dan buat saya, dalam berseni peran, kalau mendapatkan peran yang keluar dari pribadi saya sehari-hari itu rasanya jadi satu tantangan," lanjutnya.

Sebuah Rezeki

Dian Nitami di usia 50 tahun. (Instagram/bu_deedee)
Dian Nitami di usia 50 tahun. (Instagram/bu_deedee)

Bukan merasa sedih karena mendapati peran yang dipercayakan sebagai antagonis, Dian Nitami justru mengaku sangat bahagia. Di usianya yang sekarang ini, ia mengaku sangat bersyukur mendapatkan peran yang menantang.

"Dan di usia saya yang sekarang dan punya tantangan seperti itu, itu adalah sebuah rezeki. Satu kesempatan yang mungkin, nggak setiap kali bisa datang," tandas Dian.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel