Peran Garuda Select dalam Upaya FC Utrecht Gaet Bagus Kahfi

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 2 menit

VIVA – Perhatian pecinta sepakbola Indonesia tersedot oleh berita Bagus Kahfi dipinang oleh klub asal Belanda, FC Utrecht. Banyak yang menganggap ini adalah sebuah langkah besar dari pemain yang sedang menjalani proses pemulihan cedera bersama Garuda Select.

Bagus sudah lama menjalani perawatan cedera di The Lewin Sports Injury Clinic, Inggris. Dia mengalami cedera parah, yakni patah engkel dan terjadi sobekan otot karena salah melakukan tumpuan saat Garuda Select beruji coba melawan Reading U-18, 3 Maret 2020.

Setelah melewati proses panjang, akhirnya Bagus bisa kembali mempersiapkan diri lebih keras. Beberapa hari lalu dia datang ke markas FC Utrecht. Momen itu bisa dilihat dari foto yang diunggah di Instagram pribadinya.

Pada Jumat malam WIB 30 Oktober 2020, media fcutrecht.net membuat artikel yang di dalamnya menyebut Bagus telah resmi dipinang. Tapi, mereka malah merujuk komentar dari manajer Barito Putera, Mundari Karya.

Mereka mempersepsikan Barito Putera secara resmi melepas Bagus ke FC Utrecht. Padahal, Mundari mengatakan memang ada permintaan dari Program Officer Garuda Select, Marsal Masita kepada Barito Putera agar segera menerbitkan surat keluar.

Ketika mendapatkan informasi Bagus ditaksir oleh FC Utrecht, secara sikap Barito Putera tidak mempermasalahkannya. Karena memang prinsip klub selalu mementingkan karier pemain supaya menjadi lebih baik lagi.

"Sebelumnya memang ada pembicaraan, antara saya, Sekjen PSSI, dan Marsal tentang masa depan Bagus. Prinsipnya kami sangat setuju Bagus bisa bermain di luar negeri dan bisa mengharumkan nama sepakbola Indonesia," ujar Mundari.

Tapi, Barito Putera tak mau begitu saja mengeluarkannya. Harus ada kesepakatan tambahan yang masuk di dalamnya, seperti klausul pembelian kembali dan kompensasi pembinaan. Alasannya mereka masih punya satu tahun kontrak dengan Bagus.

"Yang pertama, kalau dia sudah tidak bermain di Eropa lagi, dia kembali ke Barito. Permintaan yang kedua adalah training compensation. Itu yang jadi bahan pembicaraan, karena masih ada kontrak satu tahun," tutur Mundari.

Bagus sendiri melalui media sosial Twitter-nya membantah jika sudah resmi jadi bagian FC Utrecht. Dia berada di sana karena ada niatan dari klub untuk membantu proses pemulihan cedera.