Peran HR Bangun Budaya Baru Untuk Dorong Transformasi Digital Perusahaan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Transformasi digital yang dilakukan dalam perusahaan ternyata tidak melulu membahas mengenai persoalan teknis. Hal lain yang juga perlu menjadi perhatian adalah budaya baru yang dikembangkan untuk mendukung transformasi tersebut.

Dalam hal ini, budaya tersebut dibangun oleh divisi HR (Human Resources) sebuah perusahaan. Menurut Human Capital Expert, Heri Sudrajat, saat ini tim HR menghadapi tantangan untuk bisa membangun budaya kembali di tengah upaya transformasi digital yang dilakukan perusahaan.

"Sekarang dengan adanya metode baru, hybrid itu juga harus di-review atau di-adjust. HR harus bangun budaya barunya. Sekarang implikasinya dengan hybrid untuk komunikasinya seperti apa, kolaborasinya, semuanya itu harus diatur," tuturnya dalam wawancara virtual yang dilakukan bersama awak media.

Lebih lanjut, Heri menjelaskan, budaya baru tersebut dibangun berdasarkan dengan cara kerja yang sekarang diadopsi perusahaan, terutama dalam hal ini pola kerja jarak jauh atau remote. Sebab, cara kerja ini harus diakui membuat pengawasan menjadi sukar dilakukan.

Oleh sebab itu, Heri menuturkan, salah satu yang harus dilakukan tim HR adalah membangun rasa percaya, antara manajemen dan karyawan. Ia mengatakan, rasa percaya itu kini harus menjadi budaya perusahaan yang mulai menjalani pola kerja hybrid dan melakukan transformasi digital.

"Lalu budaya seperti apa yang mesti dibangun? Inisiatif-inisiatif baru untuk membangun rasa percaya itu. Jadikan itu sebagai value perusahaan. Selain trust, komitmen dan responsibility itu juga harus menjadi budaya di masa pandemi," tutur Heri yang juga pendiri Corsam18.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bentuk Penerapan Visi Misi Perusahaan

Ilustrasi transformasi digital. Dok: Unsplash/Adeolu Eletu
Ilustrasi transformasi digital. Dok: Unsplash/Adeolu Eletu

Adapun budaya ini juga harus dilbangun dengan visi, misi, dan nilai yang dimiliki perusahaan. Setelah itu, budaya tersebut mulai dilakukan dan dipratikkan semua pihak, mulai dari top level sampai bawah.

"Pimpinan harus jadi panutan dan budaya itu harus terus dilakukan. Ini nantinya akan dikopi oleh anak buah dan yang lain, terus-menerus dan menjadi budaya," tutur Heri.

Selain trust, budaya ini juga harus mendukung terbentuknya integritas di antara para karyawan. Sebab, menurut Heri, integritas itu terbentuk dari budaya yang diciptakan di perusahaan.

Dengan kondisi pandemi dan cara kerja hibrida seperti sekarang, integritas karyawan jelas diperlukan mengingat pengawasan tidak sesering saat bertatap langsung.

(Dam/Isk)

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel