Peran Kombes Agus Nurpatria: Rusak CCTV yang Ada di Pos Satpam Rumdin Ferdy Sambo

Merdeka.com - Merdeka.com - Mantan Kaden A Ropaminal Divpropam Polri Kombes Agus Nurpatria (ANP) telah resmi dipecat atau pemberhentian secara tidak hormat (PTDH) sebagaimana hasil sidang komisi kode etik (KKEP) Polri, Rabu (7/9).

Dari hasil sidang yang telah berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan total 14 saksi, terkuak peran dari Kombes Agus Nurpatria yakni melakukan permufakatan untuk tindakan obstruction of justice dalam penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J.

"Satu tambahan lagi dari Pak Karo adalah permufakatan untuk melakukan penghalang-halangan penyidikan," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo di Gedung TNCC Mabes Polri, Rabu (7/9).

Adapun personel Polri yang terlibat obstruction of justice kematian Brigadir J hingga saat ini ialah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, mantan Karo Paminal Propam Brigjen Hendra Kurniawan, mantan Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri AKBP Arif Rahman.

Lalu, mantan Kasubbag Riksa Baggak Etika Rowabprof Divpropam Polri Kompol Baiquni, mantan Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri Kompol Chuck Putranto, dan mantan Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri AKP Irfan Widyanto. Keenamnya, bersama Kombes ANP telah ditetapkan tersangka kasus obstruction of justice.

"Semuanya dibuktikan dalam fakta persidangan dan diputuskan yang bersangkutan seperti yang saya sebutkan. Iya (tujuh tersangka)," ucap Dedi.

Selain itu, Dedi juga menyebut jika pelanggaran yang dilakukan Kombes ANP juga berkaitan dengan pengrusakan CCTV sampai melaksanakan olah TKP tidak profesional.

"Saya ulangi, kemarin sudah disampaikan peran yang bersangkutan (Kombes Agus Nurpatria) satu melakukan pengrusakan terkait CCTV yang ada di pos satpam. Yang kedua di dalam melaksanakan olah TKP dia juga ada hal yang tidak profesional dari yang dia lakukan. Dan itu terbukti di persidangan," sebutnya.

Hasil Sidang Kode Etik

Adapun dari hasil sidang kode etik ini, Kombes ANP dinyatakan melanggar Pasal 13 Ayat 1 PP Nomor 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota polri jo pasal 5 ayat satu huruf c, pasal 8 huruf c angka 1.

Kemudian pasal 10 ayat 1 huruf d dan pasal 10 ayat 1 huruf f peraturan kepolisian nomor 7 tahun 2022 tentang kode etik profesi dan komisi kode etik polri.

"Setelah dibacakan putusan oleh agen komisi sidang kode etik pelanggar Kombes ANP mengajukan Banding. Banding juga diatur dalam parpol nomor 7 tahun 2022 pasal 69 itu merupakan hak yang bersangkutan," tuturnya.

Hingga hari ini, total sudah ada empat tersangka obstruction of justice yang menjalani sidang etik, yakni Kombes Agus Nurpatria, lalu Irjen Ferdy Sambo, Kompol Chuck Putranto dan Kompol Baiquni Wibowo.

Kemudian ada tiga tersangka tersangka obstruction of justice, yang mengantri untuk menjalani sidang etik Polri, yakni mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri Brigjen Pol Hendra Kurniawan, mantan Wakaden B Biropaminal Divisi Propam Polri AKBP Arif Rahman Arifin, dan mantan Kasub Unit I Sub Direktorat III Dittipidum Bareskrim Polri AKP Irfan Widyanto.

Mereka diduga melanggar Pasal 13 ayat (1) PP nomor 1 tahun 2003 tentang Pemberhentian anggota Polri juncto Pasal 5 ayat (1) huruf C, Pasal 8 huruf C angka 1, Pasal 10 ayat (1) huruf T dan Pasal 10 ayat (1) huruf F Peraturan Polri Nomor 7 tahun 2022 tentang kode etik profesi dan komisi kode etik Polri. [rhm]