Peran Unik Radio dalam Melawan Hoaks di Masa Pandemi Covid-19

·Bacaan 2 menit
Banner hoaks

Liputan6.com, Jakarta - Walaupun telah mengalami berbagai tantangan akibat disrupsi digital, radio masih merupakan salah satu media massa yang memiliki peran penting dan juga unik bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan informasi terpercaya serta teraktual. Begitu juga di masa pandemi Covid-19, di mana penyebaran hoaksnya semakin marak.

Hendri Satrio sebagai pengamat komunikasi mengatakan hal serupa. Radio, kata dia, memiliki peran yang amat besar untuk menangkal hoaks karena sifatnya yang aktual.

“Radio itu cepat sekali untuk dapat memperbaiki atau mengklarifikasi hoaks. Bahkan menurut saya, yang paling cepat seharusnya dalam meng-counter hoaks atau mengumumkan bahwa itu hoaks yaitu radio,” ucap Hendri pada acara Radio MNC Trijaya yang bertajuk “Radio Anti Hoaks Pandemi”, Selasa (28/9/2021).

Sifat aktual tentu juga memiliki kekurangan yaitu pendengar akan melewati informasi tersebut, jika tidak mendengar siaran di waktu yang sama. Namun, karena telah beradaptasi pada dunia digital, radio menyediakan layanan streaming yang dapat diputar kembali oleh masyarakat.

Selain sifatnya yang aktual, radio juga memiliki kelebihan karena sifatnya yang auditif dan dekat dengan pendengarnya sehingga dapat mengedukasi pendengarnya terkait hoaks, walaupun angka pendengar radio tidak sebanding dengan pengguna televisi.

“Radio itu akrab dengan pendengarnya dan dikenal mampu mempengaruhi perilaku pendengarnya. Kalau kita dapat mengedukasi satu pendengar kita, kita berharap dia juga akan melakukan hal yang sama di grup WhatsApp-nya,” ucap Muhammad Rafiq, sekretaris umum Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), yang juga diundang menjadi narasumber pada acara ini.

Dengan melakukan edukasi lewat radio yang memiliki berbagai kelebihan, diharapkan hoaks yang bertebaran di seluruh kalangan masyarakat tanpa memandang bulu ini dapat teratasi dan dibumihanguskan.

“Semoga hoaks di masa pandemi ini bisa lebih berkurang bahkan hingga tidak ada sama sekali,” ucap Hendri, menutup perbincangan pagi itu.

Penulis: Amadea Claritta - Universitas Multimedia Nusantara

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel