Perancis Tuai Kecaman Umat Islam Dunia Akibat Kartun Nabi, Presiden Disebut Hilang Akal Sehat

·Bacaan 1 menit

DREAMERS.ID - Perancis kini sedang menjadi sorotan dunia terkait kartun Nabi Muhammad yang kembali muncul di sana. Serta pernyataan presiden Emmanuel Macron tentang Islam yang menuai pro kontra sampai disebut hilang akal oleh presiden Turki, Erdogan.

Pernyataan dari Presiden Perancis Emmanuel Marcon yang menyebutkan Islam sebagai teroris, setelah munculnya kasus guru yang ditusuk dan dipenggal karena menggunakan karikatur Nabi Muhammad dalam pembelajaran kebebasan berekspresi.

Umat muslim mempercayai bahwa penggambaran Nabi adalah suatu penghinaan dan penghujatan, dan hal ini lah yang membuat umat muslim di dunia marah. Seruan memboikot barang-barang Perancis menjadi bentuk protes terhadap pernyataan Marcon yang tidak melarang pencetakan karikatur Nabi Muhammad.

Reaksi yang sama ditunjukan oleh presiden Turki, Reccep Tayyip Erdorgan yang menyerukan umat muslim di beberapa negara untuk memboikot Perancis. Alhasil sejumlah toko menarik produk buatan Perancis dari etalase toko.

Tidak sampai disitu, Erdorgan menyampaikan suaranya kepada Arab agar warganya menolak barang Perancis. "Jangan pernah memberi keuntungan pada barang-barang berlabel Perancis, jangan membelinya," kata Erdogan dalam pidatonya yang disiarkan Ankara.

Erdogan juga mempertanyakan kesehatan mental Marcon dan menyebutnya 'kehilangan akal sehatnya' karena masalah tersebut. Selain Turki, negara lain yang memprotes pernyataan Marcon adalah Inggris, Kuwait, Qatar, Palestina, Mesir, Aljazair, Yordania, Arab Saudi, termasuk Indonesia.

Melansir dari VOA, kelompok yang menyebut diri Aksi Komite Perjuangan Umat bersama kelompok islamis lainnya, berencana mengadakan demonstrasi menuju kedutaan Perancis di Jakarta pada Jumat 30 Oktober untuk mengecam dan menghimbau boikot produk Perancis.

Berita Lainnya :

Obama Klaim Pemimpin Diktator Inginkan Donald Trump Jadi Presiden Lagi

Hadapi Gelombang Baru Covid-19, Dua Negara Ini Kembali Lockdown