"Perang Dunia Ketiga Sebetulnya Sudah Dimulai"

Merdeka.com - Merdeka.com - Ekonom Nouriel Roubini pekan lalu mengatakan perang dunia baru saat ini praktis "sedang berlangsung di Ukraina dan dunia maya".

Profesor dari Universitas New York itu menyampaikan pernyataannya ketika diwawancara media Jerman Der Spiegel. Dalam kesempatan itu dia juga membeberkan serangkaian masalah besar dunia.

Roubini juga mengutip sejarawan Niall Ferguson yang mengatakan "kita akan cukup beruntung jika mengalami krisis ekonomi seperti di era 1970-an dan bukan perang seperti di masa 1940-an."

Ketika membahas berbagai ancaman global, Roubini juga menyebut konflik antara Rusia dan Ukraina serta Iran dan Israel yang "sedang mengarah pada benturan".

"Saya baca pemerintahan Biden berharap China menyerang Taiwan lebih cepat daripada ditunda-tunda. Perang Dunia Ketiga sebetulnya sudah dimulai," kata Roubini, seperti dilansir laman Russia Today, Selasa (1/11).

Persaingan antara Washington dan Beijing memicu ketegangan yang lebih luas, kata Roubini. AS sudah melarang ekspor sejumlah produk semikonduktor ke China dan menekan negara Eropa agar menghentikan perdagangan dengan Negeri Tirai Bambu atas alasan keamanan nasional. Dia meyakini dunia sedang terancam akan terbelah jadi dua kubu.

"Perdagangan, keuangan, teknologi, internet: semuanya akan terbelah jadi dua," kata dia memprediksi.

Soal negara yang tidak mendukung salah satu kubu, dia mengaku tidak tahu apakah mereka akan memihak kepada AS dalam dunia yang terbelah ini.

"Saya bertanya kepada presiden salah satu negara Afrika mengapa dia mau menerima teknologi 5G dari China dan bukan dari negara Barat. Dia bilang, kami negara kecil, orang lain bagaimana pun akan tetap mematai-matai kami. Jadi kami memilih teknologi China karena lebih murah," kata Roubini kepada Der Spiegel.

Dia juga mengaku cemas dengan sistem politik di AS dan Eropa yang kemungkinan tidak mampu mengatasi masalah ini mengingat kian menguatkan kubu sayap kanan di pemerintahan.

Nouriel Roubini menjadi terkenal setelah dia memprediksi krisis finansial pada 2008-2009 dan dijuluki 'Doctor Doom' oleh Wall Street. [pan]