Perang! Iran Kerahkan Sniper Basmi Tikus Mutan Raksasa

Liputan6.com, Teheran : Invasi mengancam ibukota Iran, Teheran. Bukan oleh pasukan Amerika Serikat maupun Israel yang dianggap seteru, melainkan tikus.  

Ini bukan tikus biasa, tapi "tikus mutan" yang berevolusi kelewat batas. Para pejabat mengatakan, hewan pengerat itu tumbuh luar biasa besar gara-gara terpapar radiasi dan bahan kimia.

Tikus yang berat normalnya 60 gram berubah jadi lebih dari 5 kilogram. Tubuhnya bahkan bisa lebih besar kucing, dan saking banyaknya ia melebihi jumlah manusia di Teheran.

Pejabat kota sekaligus dosen universitas, Ismail Kahram mengatakan, normalnya perubahan fisik pada tikus makan waktu lama. "Jutaan tahun evolusi,"kata dia seperti dimuat  io9.com, yang dilansir kembali oleh News.com.au, Selasa (5/3/2013).

Tikus sejatinya bukan masalah baru bagi Teheran. Namun, tikus-tikus raksasa itu mulai ke luar dari sarangnya, seiring dengan mencairnya salju. Membuat penduduk Teheran dilanda ngeri. Saat racun pembasmi tikus kehilangan efektivitasnya, pemerintah kota memutuskan untuk melawan dengan cara lain: sniper alias penembak jitu.

Pasukan khusus yang beranggotakan penembak jitu terlatih dikerahkan pada malam hari. Untuk menembaki tikus."Ini akan menjadi perang 24/7 -- 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu," kata kepala dinas lingkungan hidup, Mohammad Hadi Heydarzadeh kepada Qudsonline.ir. "Kami akan menggunakan racun kimia untuk membunuh tikus di siang hari, malam harinya kami mengerahkan sniper."

Awalnya hanya ada 10 sniper yang disiagakan, jumlahnya kini dengan cepat melonjak empat kali lipatnya menjadi 40 orang. Mereka menggunakan kacamata inframerah agar bisa melihat pergerakan tikus di kegelapan. (Ein)