Perangi Covid-19, IDI Ingatkan Masyarakat Tak Hanya Andalkan Pemerintah dan Nakes

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih mengingatkan seluruh masyarakat bahwa dalam memerangi pandemi Covid-19, bukan hanya mengandalkan pemerintah ataupun tenaga kesehatan (nakes). Menurutnya, pandemi ini membutuhkan gotong royong seluruh masyarakat.

"Kita secara bersama-sama melakukan gerakan bersama perang semesta, jangan hanya mengandalkan petugas kesehatan, jangan hanya mengandalkan pemerintah. Karena ini sifatnya pandemi, enggak bisa kita, harus seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran kita untuk menerapkan protokol kesehatan supaya kita terhindar dari tertularnya Covid-19," tegas Daeng dalam konferensi pers di kanal Youtube BNPB Indonesia pada Minggu (15/11/2020).

Daeng juga meminta seluruh masyarakat Indonesia agar membantu petugas medis dalam memerangi pandemi Covid-19. Ia memohon supaya semua pihak tak memperberat kerja tenaga medis yang tengah berada di garda depan memerangi Covid-19.

"Kami mohon, mohon sekali kepada seluruh lapisan masyarakat untuk minta pengertiannya membantu kami untuk tidak memperberat situasi, kami mohon untuk tidak menambah kasus," katanya.

Daeng juga berharap agar semua elemen masyarakat tak menambah jumlah angka penularan Covid-19. Pasalnya jika kondisi itu terjadi, maka tugas tenaga kesehatan akan semakin berat dalam menanggulangi pandemi ini.

"Akan lebih banyak gugurnya tenaga kesehatan akan lebih banyak. Oleh karena itu kami mengimbau betul penanganan Covid-19 dengan tiga T, testing, tracing, dan tracking," ungkapnya.

Gotong Royong Perangi Covid-19

Menurutnya dalam situasi seperti ini garda terdepan penanggulangan Covid-19 bukan lagi tenaga kesehatan, melainkan pencegahan di masyarakat.

"Oleh karena itu saya ulangi seluruh elemen masyarakat bersama-sama bergotong-royong menerapkan perang semesta terhadap Covid-19 dengan bersama-sama mencegah untuk tidak tertular, itu yang terpenting," pesanannya.

Daeng juga berpesan supaya semua pihak menghindari kegiatan-kegiatan yang cenderung berpotensi menyebabkan penularan Covid-19.

"Kegiatan-kegiatan yang menyebabkan penularan yang begitu banyak, kegiatan kerumunan sebabkan penularan semakin banyak, rumah sakit banyak lagi, petugas kesehatan (akan) banyak tertular dan lebih banyak gugur," pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: