Perangko Termahal Indonesia Dimiliki Warga Asing

TEMPO.CO , Jakarta - Ketua Umum Perkumpulan. Filatelis Indonesia, Letnan Jenderal Purnawirawan Soeyono mengatakan Indonesia memiliki perangko termahal, yaitu senilai Rp 20 miliar. Namun perangko tersebut sudah menjadi milik warga asing saat ini.

"Pemiliknya adalah Presiden Federation Internationale de Philatelie, Tay Peng Hian, dari Singapura," kata Soeyono, dalam pembukaan World Stamp Championship Indonesia di Jakarta Convention Center, Senin, 18 Juni 2012.

Soeyono menjelaskan perangko tersebut bergambar Raja Belanda. Seluruh perangko dengan jumlah 64 carik tersebut, kata Soeyono, memiliki stempel bertuliskan 'Ngawi, Jawa Timur', tahun 1864. Menurut Soeyono, perangko itu dihargai demikian mahalnya agar tidak lagi dibeli orang lain. Soeyono menuturkan ada orang Indonesia yang memiliki perangko seri tersebut, namun hanya secarik.

World Stamp Championship Indonesia digelar pada 18-24 Juni 2012. Kegiatan tersebut melibatkan 62 negara yang tergabung dalam Federation Internationale de Philatelie. Sebanyak 532 peserta akan mengikuti lomba filateli yang menjadi bagian pameran. Indonesia sendiri mengikutsertakan sekitar 2000 carik perangko dalam kompetisi, serta sekitar 200 carik untuk dipamerkan.

Soeyono menjelaskan pada 2010, Indonesia ditunjuk untuk menjadi penyelenggara kegiatan tersebut. Sebelumnya, kata Soeyono, pernah ada kegiatan serupa, tetapi hanya untuk kalangan remaja. Dengan kegiatan ini, Soeyono berharap filateli di Indonesia menjadi maju.

Soeyono mengatakan filateli di Indonesia sempat terpuruk dengan hadirnya layanan pesan singkat dari operator selular. Menurut Soeyono, fungsi dan peran filateli pun menurun. Soeyono berharap World Stamp Championship Indonesia 2012 bisa membangkitkan perangko sebagai benda budaya.

Meski demikian Soeyono menyatakan yakin dengan perkembangan filateli. Soeyono menuturkan cetakan perangko saat ini semakin bagus dan variatif. Meski jumlah perangko yang diproduksi berkurang, Soeyono tak melihatnya sebagai kendala. "Semakin langka edisi suatu perangko, maka harganya semakin mahal, dan keberadaannya semakin diburu kolektor," kata Soeyono.

MARIA YUNIAR

Berita populer:

Faktor Menara Diduga Punya Peran di Insiden Sukho

Transkrip Percakapan Pilot Sukhoi dengan ATC

Neneng Hendak Boyong Aset Rp 1 Triliun ke Malaysia

Malaysia Klaim Tari Tortor, Indonesia Harus Tegas

Nuh: Dialog Kebudayaan untuk Klaim Tarian Tor -Tor

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.