Perasaan Tsania Marwa Tercabik-cabik saat Gagal Jemput Anak

·Bacaan 2 menit

VIVATsania Marwa mencurahkan isi hatinya kepada Maia Estianty mengenai drama penjemputan kedua buah hatinya di rumah Atalarik Syach. Tsania kecewa dan sedih karena Atalarik tampak egois saat itu.

Dalam video di YouTube MAIA ALELDUL TV berjudul ‘Derita Panjang Tsania Marwa Hingga Detik Ini Masih Kehilangan Hak Asuh Anak. Ada Eksekusi Kedua?’, Tsania mengungkapkan bahwa ia dilarang membawa tas, handphone dan mainan.

Sementara di rumah Atalarik sudah terparkir mobil liputan infotainment dari salah satu stasiun televisi. Tak hanya itu, sanak saudara Atalarik merekam selama kejadian. Mereka berjumlah sekitar 10 orang.

Klik halaman berikutnya untuk melanjutkan.

Maia pun menanyakan perasaan Tsania atas masalahnya saat ini. Apalagi Tsania harus kembali ke rumah mantan suami karena harus mengambil anaknya.

"Aku pengin tahu perasaan kamu ya, karena aku juga pernah ngalami apa yang kamu alami. Karena untuk kembali ke rumah masa lalu itu kan berat banget ya untuk seorang kamu. Menginjakkan kembali ke rumah yang pasti kenangannya pahit walaupun di situ ada kecintaan kamu, anak-anak kamu, untuk balik ke sana kan berat ya?" tanya Maia Estianty, dikutip VIVA, Jumat, 7 Mei 2021.

Tsania menuturkan bahwa perasaannya tercabik-cabik. Namun, demi bisa menemui buah hatinya, Tsania Marwa terpaksa harus menelan "pil pahit" itu.

Baca artikel ini sampai selesai untuk mengetahui berita selengkapnya.

"Bunda udah benar banget. Perasaanku tercabik-cabik, memori-memori yang aku juga pernah ke sana ceritanya enggak enak untuk ketemu anak. Kita juga enggak bisa pungkiri ya bun dengan keadaan aku berpisah pasti ada lah bersitegang dengan anggota keluarga yang lain yang juga hari itu ikut hadir. Aku enggak punya pilihan selain aku telan," ujar Tsania sedih.

Saat menjemput anak-anaknya di rumah mantan suami, Tsania gagal. Meski begitu, dia sempat bertemu kedua buah hatinya.

Bahkan Tsania sempat pula menyuapi kedua anaknya makan. Namun, tiba-tiba kedua anaknya pergi kabur ke kamar dan mengunci diri.

Hingga akhirnya Tsania Marwa pulang dengan tangan hampa. Dia gagal menjemput anaknya padahal hak asuh anak telah jatuh kepada dirinya.