Perawat di Bandar Lampung Dipukuli Orang gara-gara Tabung Oksigen

·Bacaan 2 menit

VIVA – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyesalkan peristiwa penganiayaan terhadap seorang tenaga kesehatan di Puskesmas Kedaton yang dipukuli oleh tiga orang tidak dikenal.

"Saya mengutuk keras penganiayaan terhadap Rendi salah satu perawat puskesmas di kota ini," katanya, di Bandarlampung, Minggu, 4 Juli 2021.

Dia menegaskan aparaturnya telah berkoordinasi dengan kepolisian agar kasus pengeroyokan perawat ini dapat diusut tuntas karena, menurut keterangan korban, salah satu dari pelaku penganiayaan itu mengaku keluarga pejabat.

Ia menjelaskan bahwa perawat itu dianiaya dan dikeroyok oleh tiga orang tidak dikenal sekitar pukul 04.00 WIB di tempat kerjanya di Puskesmas Kedaton.

Pemerintah Kota Bandarlampung akan mengawal kasus ini dan memberikan pendampingan hukum kepada perawat yang dianiaya.

"Kemungkinan mereka memaksa pinjam tabung oksigen untuk isolasi mandiri tetapi tidak begini caranya. Kalau memang ada yang rawat mandiri bilang kepada kelurahan atau kecamatan pasti akan kita layani dan rawat," kata dia.

Menurut dia, tim medis atau nakes tidak pantas diperlakukan seperti itu karena mereka telah bekerja 24 jam untuk melayani masyarakat bahkan seharusnya tenaga kesehatan dilindungi.

"Jadi siapa pun orangnya mau dia keluarga pejabat atau bukan tidak boleh melakukan tindakan seperti ini, apalagi tim medis kota ini sudah maksimal melakukan pelayanan siang malam untuk warga," kata dia.

Dia mengungkapkan bahwa keadaan perawat itu kini mengalami trauma dan sedang menjalani perawatan di RSUD Abdoel Moeloek. “Saya harap kejadian serupa tidak terjadi lagi di kota ini," kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Edwin Rusli mengungkapkan, berdasarkan informasi yang dia terima, perawat bernama Rendi saat kejadian sedang bertugas piket, kemudian datang tiga orang ingin meminjam tabung oksigen.

Namun, katanya, karena tidak ada pasien yang dibawa pelaku ke puskesmas, Rendi menanyakan keberadaan pasien. Namun bukan mendapat jawaban, perawat itu mendapat pukulan di kepalanya.

"Pelaku bilang ada orang tua sakit dan mau pinjam tabung oksigen. Lalu ditanya oleh korban, pasiennya mana. Dijawab enggak ada, di rumah. Kemudian perawat menimpali di sini bukan tempat peminjaman tabung oksigen, kita puskesmas, dan yang sakit disuruh dibawa ke puskemas, namun si perawat malah dikeroyok," kata dia.

Atas peristiwa itu, katanya, korban mengalami beberapa luka di bagian kepala dan kini sedang menjalani perawatan di RSUD Abdoel Moeloek. (ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel