Perawat di Surabaya Dilaporkan karena Dugaan Pelecehan Seksual

Agus Rahmat, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Seorang perempuan berinisial DIS (19 tahun), melaporkan seorang perawat di sebuah rumah sakit di kawasan Sukolilo, ke Markas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa, 23 Februari 2021.

Perempuan warga Gebang Lor, Kecamatan Sukolilo, itu melapor karena merasa dilecehkan secara seksual saat menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Kepada wartawan DIS bercerita, kejadian yang dialaminya bermula ketika penyakit lambung yang ia derita kambuh hingga tak sadarkan diri. Ia diantar oleh suaminya ke rumah sakit pelat merah yang ada di Kecamatan Sukolilo. Sampai di sana, ia langsung ditangani di Instalasi Gawat Darurat atau IGD. Ia ditangani oleh seorang perawat laki-laki.

Baca juga: Klinik Kecantikan Ilegal di Ciracas Raup Untung Ratusan Juta Perbulan

DIS mengaku ditangani di sebuah ruangan. Ia terbaring di sebuah bangsal. Saat dirawat, ia mengaku sadar namun tubuhnya lemas. Si perawat lantas memeriksa tensi darah DIS.

"Perawat itu meremas payudara saya. Saya mau berteriak tidak bisa karena kondisi tubuhnya masih lemas, tapi sadar," katanya usai melapor ke SPKT Polrestabes Surabaya.

Usai memeriksa dan melakukan dugaan pelecehan, si perawat langsung pergi. Tak lama kemudian seorang dokter datang bersama suami DIS. Ia baru bercerita pelecehan yang dialami kepada sang suami ketika sudah pulang.

"Tapi saya bilang (ke suami) besok saja diurus setelah kondisi saya membaik. Karena saat itu masih drop," ujarnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi Oki Ahadian mengaku pihaknya telah menerima laporan DIS itu dengan nomor laporan polisi: LP-B/172/II/RES/1.24./RESKRIM/SPKT/Polrestabes Surabaya. Langkah selanjutnya, pihaknya akan memanggil sejumlah saksi untuk mendalami itu.

"Nanti kami tindaklanjuti dan dalami apakah hal ini benar terjadi," katanya.