Perayaan Hari UFO Indonesia 2021 Ditunda, Ini Alasannya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Yogyakarta- Tingginya kasus Covid-19 di DIY juga berdampak terhadap kegiatan riset dan sains. Tak terkecuali, perayaan Hari UFO Indonesia atau Indonesia UFO Day yang seharusnya digelar setiap 21 Juli.

Perayaan Hari UFO Indonesia atau Indonesia UFO Day 2021 secara resmi ditunda. Hal ini dilakukan untuk mendukung kebijakan PPKM darurat dan menghormati korban pandemi Covid-19 di Indonesia yang masih bertambah jumlahnya.

Acara tahunan ini biasanya dilakukan dengan pertemuan anggota Indonesia UFO Network (IUN), workshop, dan beragam kegiatan lainnya. Seperti perayaan Indonesia UFO Day 2020.

Peringatan Indonesia UFO Day saat itu berupa kunjungan riset dan kegiatan observasi ke Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Garut (BUTPAA) LAPAN Garut pada 20 sampai 22 Juli 2020. Pada waktu yang sama bertepatan dengan kemunculan komet C/2020 F3 - NEOWISE.

Observasi dilakukan bersama antara LAPAN Garut dengan perwakilan IUN secara terbatas, mengingat pada tahun lalu kegiatan boleh diterapkan dengan protokol kesehatan new normal.

Penerapan yang sama tidak mungkin dilakukan pada tahun ini karena penerapan PPKM darurat, terlebih PPKM darurat kembali diperpanjang sampai 25 Juli mendatang. Belum lagi penambahan angka kasus Covid-19 di DIY yang masih tinggi setiap hari, mencapai lebih dari 1.000 kasus baru per hari.

Per 21 Juli 2021, penambahan kasus baru Covid-19 di DIY sebanyak 1.648 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi 97.596 dan penambahan kasus meninggal sebanyak 87 kasus sehingga total kasus meninggal menjadi 2.595 kasus. Sementara, penambahan kasus sembuh sebanyak 1.038 kasus, sehingga total kasus sembuh menjadi 65.951 kasus.

"Kegiatan Indonesia UFO Day 2021 ditunda dan dijadwalkan ulang pada Desember 2021, bersamaan dengan grounbreaking VMARS, serta workshop dari HONF Foundation dan v.u.f.o.c," ujar Venzha Christ, Direktur Indonesia Space Science Society (ISSS) sekaligus perwakilan dari IUN, Rabu (21/7/2021).

Platform Terbuka Sejak Mei 2019

Gugus depan Covid-19 dari PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Anang Arliono (kiri) bersama dengan Venzha Christ, Direktur ISSS dan salah satu pendiri IUN
Gugus depan Covid-19 dari PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Anang Arliono (kiri) bersama dengan Venzha Christ, Direktur ISSS dan salah satu pendiri IUN

IUN adalah sebuah platform terbuka yang terbentuk pada Mei 2019 di HONF Foundation Yogyakarta. Ada 11 komunitas dan institusi yang hadir dalam pembentukan IUN.

Pendiri IUN, Venzha Christ, Nur Agustinus dari BETAUFO, dan Setyawan Haryanto dari Indonesian UFO Hunters mendeklarasikan IUN sebagai platform lintas komunitas dan institusi yang aktif melakukan riset, pertukaran informasi dalam bidang astronomi, ET, SETI, UFO, sejarah peradaban, space art, space science hingga sebagai pusat pembelajaran.

Momentum itu menjadi cikal bakal berkumpulnya komunitas dan institusi se-Indonesia pada Juli 2019. Bersamaan dengan digelarnya International SETI Conference #4 di IFI-LIP pada 20-21 Juli 2019, Hari UFO Indonesia pun dideklarasikan dan diperingati setiap tanggal 21 Juli.

"Indonesia UFO Day merupakan salah satu upaya untuk menghubungkan para penggemar fenomena UFO baik amatir maupun profesional," ucap Venzha Christ.

Menilik dari sejarahnya di dunia, sebenarnya ada dua tanggal yang dikenal dengan nama The World UFO Day atau Hari UFO Sedunia, yaitu pada 24 Juni untuk memperingati peristiwa yang dialami seorang aviator bernama Kenneth Arnold dan pada 2 Juli untuk memperingati peristiwa di Roswell, New Mexico.

(Tifani)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel