Perbaikan Jalan di Jakarta Terus Dilakukan

Jakarta (ANTARA) - Perbaikan sejumlah jalan raya yang rusak akibat banjir di Jakarta terus dilakukan pasca berakhirnya masa tanggap darurat banjir.

"Perbaikan sementara sejumlah jalan masih terus dilakukan di seluruh wilayah DKI Jakarta setelah tanggap darurat selesai," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Ery Marwoto saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Minggu.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebelumnya menetapkan masa tanggap darurat banjir DKI Jakarta sejak 17-27 Januari 2013 sebagai langkah antisipasi karena Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan intensitas hujan di Jakarta tinggi pada periode tersebut.

"Jalan-jalan yang diperbaiki oleh Dinas PU Jakarta adalah jalan yang masuk kategori jalan arteri sekunder yaitu ada 20 jalan dan 60 jalan lokal, di antara jalan-jalan tersebut ada sekitar 3.000 titik jalan yang rusak dan secara bertahap diperbaiki," ungkap Ery.

Jalan-jalan yang telah diperbaiki menurut Ery antara lain adalah Jalan Fatmawati, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Diponegoro.

"Masih ada jalan yang sedang diperbaiki karena kondisinya lebih jelek dibanding jalan yang lain seperti Jalan Daan Mogot dan jalan di daerah Cakung dan Cilincing," jelas Ery.

Rusaknya Jalan Daan Mogot tersebut membuat pengguna jalan harus berhati-hati melewati jalanan itu.

"Karena Jalan Daan Mogot berlubang menyebabkan mobil-mobil harus melambat dan membuat macet," kata Handrich, salah satu pengguna jalan.

Handrich yang tinggal di Kosambi, Jakarta Barat mengaku harus berhati-hati saat mengendarai mobilnya bila melewati Jalan Daan Mogot.

"Saya juga harus berhati-hati karena harus menghindari jalanan yang berlubang tersebut, takut kena kendaraan lain dari kiri atau kanan," ungkap Handrich.

Penumpang terganggu

Salah seorang pengguna bus Transajakarta Koridor III Kalideres-Harmoni, Rosalina juga mengaku terganggu dengan jalan yang berlubang di sepanjang Jalan Daan Mogot.

"Sepanjang jalur bus Transjakarta dari Cengkareng ke Grogol itu sangat rusak, bolong-bolongnya parah sehingga bus harus berjalan perlahan, paling parah di depan gedung Indosiar," kata Rosa.

Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PU DKI Jakarta, Maman Suparman mengaku bahwa wilayah Jakarta Barat memang menjadi wilayah dengan jalan terparah yang mengalami kerusakan pasca banjir.

"Wilayah Jakarta Barat memang masih paling parah kerusakannnya seperti Jalan Tubagus Angke, Jalan Daan Mogot dan Jalan Latumenten, perbaikan jalan bila cuaca bagus bisa dalam seminggu tapi kalau hujan bisa memakan waktu sebulan," kata Maman saat dihubungi.

Dari 44,3 juta meter persegi jalan di Jakarta sekitar 2,8 juta meter persegi (6,5 persen) mengalami kerusakan dengan lubang bervariasi.

Wilayah yang jalannya mengalami kerusakan paling parah berada di Jakarta Barat dengan 4.700 titik, disusul Jakarta Utara (2.100 titik), Jakarta Selatan (470 titik) dan Jakarta Pusat 350 titik.

Terdapat 10 regu di seluruh wilayah yang memperbaiki jalan tersebut atau dua regu per wilayah, tapi bila hujan turun tidak ada perbaikan. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.