Perbaikan Kabel Laut JaSuKa Bisa Makan Waktu Sebulan, Ini Penyebabnya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Vice President Corporate Communication Telkom Indonesia, Pujo Pramono, memperkirakan proses perbaikan kabel laut JaSuKa yang terganggu akan berlangsung sekitar sebulan.

"Untuk perbaikan kabel laut yang merupakan sumber gangguan, Telkom akan segera melakukan penyambungan kabel laut. Hal ini didahului berbagai persiapan, seperti penyiapan cableship, penyiapan peralatan dan kelengkapan, hingga pengajuan perizinan untuk pengerjaan perbaikan tersebut, " ungkap Pujo melalui keterangannya, Jumat (24/9/2021).

Ia menambahkan, salah satu upaya yang dilakukan Telkom adalah peningkatan kapasitas jaringan melalui pengaktifan jalur back up dan alternatif, khususnya untuk jalur komunikasi ke wilayah tertentu, seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Oleh sebab itu, mengingat sehubungan adanya proses peningkatan kualitas layanan yang bertahap, Pujo mengatakan, tidak tertutup kemungkinan adanya sistem prioritas untuk kebutuhan video conference bagi kebutuhan masyarakat untuk Work From Home (WFH) dan Learn From Home (LFH).

"Kami tetap mengutamakan aplikasi video conference untuk WFH dan LFH mengingat saat ini kebutuhan untuk pendidikan sedang menjadi prioritas," tutur Pujo memungkaskan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Upaya Telkom Perbaiki Kabel Bawah Laut JaSuKa

Teknisi Telkom melakukan recovery kabel laut JaSuKa ruas Batam-Pontianak. Dok: Telkom Indonesia
Teknisi Telkom melakukan recovery kabel laut JaSuKa ruas Batam-Pontianak. Dok: Telkom Indonesia

Telkom mengungkapkan sempat terjadi gangguan pada sistem komunikasi kabel laut JaSuKa (Jawa, Sumatera dan Kalimantan) ruas Batam - Pontianak, mulai sekitar pukul 17.33 WIB pada Minggu (19/9/2021).

Hal ini berdampak pada penurunan kualitas layanan Telkom Group, baik fixed maupun mobile broadband (Telkomsel dan IndiHome) di beberapa wilayah Indonesia.

Setelah mengidentifikasi pusat gangguan berasal dari titik sekitar 1,5 Km lepas pantai Batam pada kedalaman 20 meter bawah permukaan laut, Telkom bergegas menuju lokasi kejadian--secepat mungkin melakukan recovery kabel laut Jasuka ruas Batam-Pontianak.

Dengan segala persiapan dan perlengkapan, Telkom mengklaim berupaya maksimal menghubungkan kembali infrastruktur jaringan internet yang saat ini sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat dalam mendukung aktivitas sehari-hari, mulai belajar online hingga work from home.

Vice President Corporate Communication Telkom, Pujo Pramono, menjelaskan sejak terjadinya gangguan kemarin malam, Telkom segera melakukan rerouting trafik sebagai alternatif jalur komunikasi menuju Batam.

"Itu termasuk penambahan kapasitas beberapa link di wilayah Indonesia seperti dari Papua, Kalimantan maupun Jawa, dan mengoptimalkan gerbang internasional di Manado," ungkap Pujo melalui keterangan resminya, Senin (20/9/2021).

Berkah kegigihan dan perjuangan para teknisi TelkomGroup, selang sekitar tiga jam sejak kejadian, jaringan TelkomGroup berangsur kembali normal.

Pujo menegaskan Telkom berkomitmen untuk memberikan akses konektivitas luas di seluruh Indonesia, guna memberikan pengalaman digital terbaik bagi seluruh pelanggan.

Pelanggan Indihome Terdampak Gangguan Bakal Diberi Kompensasi Sesuai Kontrak

Dok: IndiHome
Dok: IndiHome

Telkom akan memberikan kompensasi kepada pelanggan Indihome yang terdampak gangguan internet. Menurut Telkom, kompensasi diberikan sesuai kontrak awal saat berlangganan.

Sebelumnya diberitakan bahwa sistem komunikasi kabel laut JaSuKa ruas Batam-Pontianak mengalami gangguan pada Minggu, 19 September 2021. Hal ini membuat banyak pelanggan Indihome tidak bisa mendapatkan akses internet seperti biasanya.

Melalui keterangan yang diterima Tekno Liputan6.com, Kamis (24/9/2021), kompensasi kepada pelanggan terdampak akan diberikan sesuai aturan yang berlaku.

"Bagi pelanggan Indihome yang terdampak, tentu kami akan memberikan kompensasi sesuai dengan ketentuan pada kontrak berlangganan masing-masing pelanggan," kata Vice President Marketing Management Telkom, E Kurniawan.

Ia menambahkan, kenyamanan pelanggan merupakan fokus Telkom dalam memberikan layanan.

"Sejak tanggal 20 September 2021, layanan telah dapat digunakan untuk kegiatan learning from home (LFH) dan work from home (WFH) pelanggan," katanya.

E Kurniawan juga mengatakan, Telkom tentu tidak menginginkan terjadinya gangguan kabel laut yang mengakibatkan penurunan kualitas yang dirasakan pelanggan.

Dikatakan E Kurniawan, tim Telkom telah mengalihkan routing layanan ke network lainnya dan saat ini fokus untuk mempercepat perbaikan kabel laut JaSuKa dan memberi win-win solution bagi pelanggan.

"Selain itu, terkait dengan pembayaran tagihan Indihome, Telkom akan memberlakukan kebijakan bebas denda dan pengunduran batas akhir pembayaran hingga 25 September 2021," katanya.

Infografis Pro-Kontra Larangan Iklan Rokok di Internet

Infografis Pro-Kontra Larangan Iklan Rokok di Internet. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Pro-Kontra Larangan Iklan Rokok di Internet. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel