Perbandingan Harga BBM Indonesia dengan Negara Tetangga

Merdeka.com - Merdeka.com - Rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kini tengah menjadi sorotan. Pemerintah tengah mengkaji untuk menaikkan harga BBM, terutama BBM subsidi karena melihat besarnya subsidi energi yang harus dikucurkan tahun ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengatakan, kuota BBM subsidi untuk jenis Pertalite saat ini sudah terserap sekitar 80 persen. Jika tidak ada kebijakan, maka BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar subsidi akan habis pada Oktober mendatang.

"Kita Pertalite sekarang ini 80-81 persen sudah terserap. Tapi pemerintah akan selalu memperhatikan kebutuhan," ujar Menteri Arifin di Kantor Kementerian ESDM, dikutip Senin (29/8).

Dalam kesempatan itu, Menteri Arifin juga membeberkan bahwa keekonomian harga Pertalite seharusnya Rp17.200 per liter, Solar CN 48 Rp17.600 per liter, dan Pertamax Rp19.900 per liter.

Sementara itu, harga BBM non subsidi jenis Pertamax Turbo di berbagai provinsi di Indonesia berada di kisaran Rp17.000 hingga Rp18.000, berdasarkan pantauan dari laman mypertamina.id.

Kemudian untuk harga Pertamina Dex, dipatok mulai Rp18.900 hingga Rp19.250, mengingat harga yang berbeda-beda di tiap provinsi.

Adapun BBM jenis Dexlite, yang kini harganya ditawarkan antara Rp17.800 dan Rp18.500.

Perbandingan dengan Negara Lain

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut bahwa ada dua isu besar yang tengah dihadapi dunia dan Indonesia. Tantangan tersebut yaitu harga komoditas energi dan harga barang pangan.

Indonesia terus berupaya agar mampu menahan harga komoditas energi seperti BBM, dan juga harga pangan agar tidak meningkat.

"Coba dilihat kenaikannya sangat tinggi sekali di negara selain kita, Singapura sekarang harga BBM sudah Rp32.400 per liter, Jerman Rp31.800 (per liter), Thailand Rp20.000 per liter. Kita (Indonesia) Pertalite masih Rp7.650, Pertamax Rp12.500, yang lain sudah jauh sekali, kenapa harga kita masih seperti ini ya karena kita tahan terus," ujar Presiden Jokowi dikutip dari Antara, Selasa (24/5).

Melansir laman Global Petrol Prices, harga BBM (RON-95) di Singapura per 22 Agustus 2022 tercatat seharga SGD 2,708 atau sekitar Rp28.800 per liter.

Sementara harga solar disana berada di kisaran SGD 2.679 per liter atau sekitar Rp28,513.

Adapun di Malaysia, di mana harga BBM (RON-95) dipatok mulai 2.050 Ringgit per liter atau sekitar Rp6.800.

Kemudian di Thailand, harga BBM (RON-95) di sana hampir mirip seperti di Indonesia, yaitu seharga 45.010 Baht atau sekitar Rp18.400. [idr]