Perbedaan Tumbuh dan Kembang Anak yang Orangtua Perlu Ketahui

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Fase tumbuh dan kembang anak wajib menjadi perhatian orangtua, terutama bagi anak-anak yang berusia di bawah dua tahun. Tumbuh dan kembang sendiri memiliki deskripsi yang berbeda.

Dokter spesialis anak, dr. Miza Dito Afrizal, Sp.A, menyampaikan, bertumbuh adalah adanya penambahan volume tubuh anak, dari anak bertambah tinggi atau berat badan anak yang bertambah. Orangtua wajib memantau pertumbuhan anak terutama yang berusia di bawah dua tahun.

"Sebisa mungkin setiap bulan terpantau berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Karena kalau terjadi apa-apa di bawah dua tahun, kita bisa koreksi jauh lebih gampang dibandingkan sudah lewat dari dua tahun," kata dr. Miza dalam peluncuran "Tokopedia Parents" yang digelar secara daring, baru-baru ini.

dr. Miza menyebut, pemantauan ini tidak melulu harus pergi ke dokter spesialis anak. Orangtua juga bisa mencari posyandu dekat rumah. Poin terpenting yang perlu diketahui adalah pertumbuhan anak harus dipantau.

"Begitu ada gangguan, misalnya berat badan tidak naik, tinggi tidak naik, ke dokter anak setelah itu. Minimal terpantau satu bulan sekali sampai di usia dua tahun," tambahnya,

Dikatakan dia, setelah usia dua tahun, pemantauan bisa dilakukan 3--4 bulan sekali. Hal ini dikarenakan signifikansinya sudah tidak segenting saat berusia dua tahun ke bawah.

Sementara, fase perkembangan anak adalah kemampuan anak yang bertambah, baik motorik maupun sensorik. Motorik tidak lain adalah pergerakan anak, di mana anak bisa berjalan, melompat, naik turun tangga, hingga merangkak.

"Sensorik kalau bahasa awamnya indera ada penglihatan, pencium, peraba, perasa itu yang harus terstimulasi dengan baik sesuai dengan umur," ungkap dr. Miza soal tahap kembang anak.

Pertumbuhan Anak di Masa Pandemi

Ilustrasi anak-anak. (dok. Unsplash.com/Shuto Araki @shuarak)
Ilustrasi anak-anak. (dok. Unsplash.com/Shuto Araki @shuarak)

Di masa pandemi Covid-19, orangtua juga perlu memastikan pertumbuhan anak tetap berjalan dengan baik. Salah satunya adalah memberi asupan nutrisi sesuai dengan kebutuhan usia anak.

Setiap kelompok usia anak memiliki kebutuhan nutrisi masing-masing, maka dari itu penting bagi orangtua memenuhi terlebih dahulu nutri anak. "Setelah itu, jangan lupa imunisasi, walaupun pandemi, imunisasi harus selengkap mungkin," jelas dr. Miza.

Ia melanjutkan, salah satu pertanyaan yang kerap diungkap orangtua terkait anak-anak mereka, terutama usia satu tahun dan menuju lima tahun, di masa pandemi adalah anak-anak yang kini tidak bisa bergaul dengan teman-temannya.

"Kalau dulu anak bisa playdate, saat pergi anak bisa ikut bersosialisasi, sesimpel main sepeda di kompleks, itu sekarang jadi hilang dari mereka, begitu juga kesempatan mereka bersosialisasi bersama teman-teman sepantarannya," lanjutnya.

Sejak pandemi Covid-19, tak sedikit penelitian dari sisi psikologi dan sisi medis, dr. Miza mengungkapkan, ternyata hal tersebut dapat digantikan oleh anggota keluarga di rumah, mulai dari orangtua, adik, atau kakak.

"Di sisi lain (orangtua) harus menjadi teman buat anak kita yang tidak bisa berteman dengan teman-teman sepantarannya. Orangtua harus lebih banyak meluangkan waktu buat anak-anak, terutama buat anak-anak sudah umur satu sampai lima tahun, di mana dia sudah punya social needs atau kebutuhan untuk bersosialisasi," jelas dr. Miza.

dr. Miza menyarankan agar anak tidak dibiarkan main sendiri. "Jangan dibiarkan anak diam karena anak harus explore, main, dan cari tahu. Semua kegiatan dari olahraga, berenang, main bola, berkebun," tambahnya.

9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19

Infografis 9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: