Percakapan Diduga Suara Ferdy Sambo dan Nikita Mirzani, Ini Penjelasan Pengacara

Merdeka.com - Merdeka.com - Viral di sosial media sebuah unggahan memuat rekaman suara percakapan artis Nikita Mirzani dengan pria yang disebut dalam narasi audio tersebut adalah Ferdy Sambo.

Dimana dalam percakapan itu, Nikita membahas soal kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang tengah dihadapinya. Percakapan ini diduga terjadi beberapa waktu lalu ketika Nikita berperkara dengan Dipo Latief, mantan suaminya di Polres Metro Jakarta Selatan

Menanggapi audio tersebut, pengacara Nikita Mirzani, Fachmi Bachmid membenarkan jika suara perempuan dalam rekaman percakapan itu adalah kliennya. Namun, dirinya tidak mengetahui dan hafal suara laki-laki yang jadi lawan bicara Nikita.

"Benar Suara Nikita. Saya nggak hafal suara siapa itu (lawan bicaranya). Yang saya hafal suara Nikita," katanya saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (17/9).

Kendati demikian dia enggan menanggapi siapa pria yang menjadi lawan bicara Nikita. Adapun audio yang tersebar itu, dia menilai adalah percakapan lama melihat dengan percakapan kasusnya.

"Rekaman lama ini," singkatnya.

Kuasa Hukum Ferdy Sambo

Sementara dikonfirmasi secara terpisah, pengacara keluarga Ferdy Sambo, Arman Hanis membantah jika pria dalam percakapan dengan Nikita Mirzani itu adalah Ferdy Sambo.

"Kami tim kuasa hukum membantah keterkaitan klien kami dalam percakapan yang sedang beredar luas," kata Arman kepada wartawan.

Namun begitu, Arman enggan menanggapi lebih lanjut terkait masalah percakapan yang tersebar di media sosial itu. Dia hanya berfokus pada perkara yang kini tengah dihadapi kliennya.

"Kami tidak memberikan tanggapan lebih lanjut karena tidak berhubungan dengan perkara yang kami tangani," tutupnya.

Isi Percakapan

Sekedar informasi jika percakapan itu, pria yang disebut sebagai Sambo itu tak banyak bicara. Lebih banyak Nikita yang melontarkan pernyataan. Berikut percakapan lengkap antara Nikita dengan sosok pria yang diduga Ferdy Sambo (FS), yang diunggah dalam akun twitter @Hudakeyy:

Nikita Mirzani: "Apa kabar?"

(Diduga) Ferdy Sambo: "Alhamdulillah baik. Gimana, si baby gimana?"

Nikita Mirzani: "Iya baik, alhamdulillah sekarang, berat badannya udah naik. Aku tuh baru dapet surat panggilan dua hari yang lalu sebagai tersangka"

(Diduga) Ferdy Sambo: "He..eh"

Nikita Mirzani: "Nah, maksudnya ini kan ranahnya KDRT ya, kenapa jadi 351 juncto 355, itu kan pasal ngeri-ngeri"

(Diduga) Ferdy Sambo: "Hmm...waktu saksi, (pasalnya) KDRT nggak?"

Nikita Mirzani: "KDRT...."

(Diduga) Ferdy Sambo: "Ooh..iya tunggu sebentar,"

Nikita Mirzani: "Dan waktu itu belum kelar semua. Jadi sempet di-BAP tuh, sempet BAP kasus pemukulan itu, BAP lagi keadaan hamil terus muntah-muntah, ya kan"

(Diduga) Ferdy Sambo: "Iya...ya"

Nikita Mirzani: "Akhirnya si ibu itu bilang, ya udah kita setop dulu BAP-nya, nanti kalau udah sehat balik lagi. Ya udah disetop dong sampe akhirnya melahirkan dapetlah surat itu kemarin dua hari yang lalu jadi tersangka pasalnya 351. Aduh ngaco deh, maksudnya kayak kenapa sih kok begitu yah? Ini anaknya aja sampe kemarin lahiran itu kan masuk ruang NICU, ruang NICU itu diinfus kanan-kiri masuk selang mulutnya, ada fotonya, dia nggak perduli dan Niki juga nggak minta bantuan dari dia, tapi udah deh setop deh gitu, bang gimana ya bang, ada solusi nggak sih minta tolong, masalahnya ini belum 40 hari lahiran kan udah dipanggil polisi lagi, kan nggak mungkin bawa anak sekecil ini ke kantor polisi"

(Diduga) Ferdy Sambo: "Terus begini, sorry aku tanya nih status sama Dipo sekarang gimana?"

Nikita Mirzani: "Lagi proses perceraian di PN Jakarta Selatan"

(Diduga) Ferdy Sambo: "Sebentar, aku diskusi dulu"

Nikita Mirzani: "Iya masalahnya aku sama dia bukannya ini, sampai detik ini dia nggak mau diceraikan, kalau mau diceraikan harusnya kan dari kemarin udah ketok palu. Ntar ada aja lagi dari lawyer aku ngasih jawab gini, dia jawab lagi, jawab lagi, jadi nggk kelar-kelar nggak ada ujungnya sebetulnya"

(Diduga) Ferdy Sambo: "Iya, iya ..iya"

Nikita Mirzani: "Dianya pun bikin dilama-lamain gitu kan" [fik]