Percepat Capaian, Vaksinasi di Malang Sasar Aktivis OKP sampai Mahasiswa Rantau

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Malang - Pemerintah Kota Malang terus menggenjot percepatan vaksinasi di Malang. Salah satu caranya, menggandeng komunitas masyarakat sampai organisasi kepemudaan (OKP) membantu pelaksanaan vaksinasi.

Terbaru, komunitas masyarakat dan OKP, berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan menggelar vaksinasi di Malang. Sedikitnya 700 dosis vaksin astrazeneca dengan sasaran aktivis organisasi kepemudaan (OKP), pekerja seni sampai mahasiswa.

Ketua Satgas Covid-19 NU Malang, Syifa Mustika komunitas masyarakat dan kepemudaan itu membantu pendaftaran calon penerima vaksin sedangkan untuk tenaga medisnya melibatkan puskesmas sampai Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

“Mereka itu termasuk rentan karena banyak bertemu orang. Untuk mahasiswa itu belajar di Malang tapi dari luar daerah jadi tak terdaftar di sini. Maka kami bantu,” urai Syifa Mustika di sela kegiatan vaksinasi di Gedung Samantha Krida UB Malang, Kamis, 17 Juni 2021.

Menurutnya, kegiatan ini bagian dari upaya mendorong percepatan vaksinasi di Malang. Jumlah 700 dosis vaksin yang disediakan itu sendiri merupakan kuota yang diberikan oleh Dinas Kesehatan. Bila nanti ada tambahan lagi, mereka siap membantu.

“Kami diperbolehkan menggelar dengan kuota sebanyak itu ya akhirnya kami gelar hari ini,” ucap Syifa.

Bila nanti ada tambahan, komunitas itu siap kembali membantu percepatan vaksinasi di Malang. Meski demikian, Syifa meminta masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan (prokes). Sebab prokes juga jadi cara efektif mencegah penyebaran Covid-19.

Realisasi Vaksinasi di Malang

Komunitas masyarakat dan relawan di Kota Malang menggelar vaksinasi Covd-19 menyasar para aktivis kepemudaan, organisasi masyarakat sampai mahasiswa rantau (Liputan6.com/Zainul Arifin)
Komunitas masyarakat dan relawan di Kota Malang menggelar vaksinasi Covd-19 menyasar para aktivis kepemudaan, organisasi masyarakat sampai mahasiswa rantau (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Pemkot Malang sendiri telah menyasar beberapa kelompok rentan yang masuk prioritas penerima vaksin di Malang. Yakni tenaga kesehatan (nakes), petugas pelayanan publik sampai kelompok warga lanjut usia (lansia).

“Untuk semua tahapan itu sudah kami jalankan. Nakes dan petugas pelayanan publik sudah di atas 100 persen,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif.

Berdasarkan data Dinkes Kota Malang sampai dengan 16 Juni 2021, total ada 12.897 nakes sasaran penerima vaksin. Realisasinya, mencapai 14.277 nakes atau 110 persen untuk dosis 1 dan 13.241 nakes atau 102 persen untuk dosis kedua.

Sedangkan vaksinasi untuk petugas pelayanan publik total ada 73.564 orang sasaran penerima vaksin. Realisasinya mencapai 104.679 petugas atau 142 persen untuk dosis 1 dan 35.036 atau 48 persen untuk dosis 2.

Sementara vaksinasi untuk warga lanjut usia menyasar sebanyak 47.490 lansia sasaran realisasinya 22.545 orang atau 48 persen dosis 1 dan 11.762 orang atau 25 persen untuk dosis 2.

“Vaksinasi salah satu mencegah penyebaran Covid-19, tapi paling efektif tetap harus patuh prokes,” kata Husnul.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel